Site Logo

Surat Edaran Tentang Peningkatan Kewaspadaan Dalam Upaya Pencegahan Kebakaran di Lingkungan Kampus UNG

Rachmad Hidayah
30 Jul 2026
02:37 WITA
Surat Edaran Tentang Peningkatan Kewaspadaan Dalam Upaya Pencegahan Kebakaran di Lingkungan Kampus UNG
Unduh

Ikuti berita lainnya

UNG Resmikan Unit Layanan Disabilitas, Tegaskan Komitmen Wujudkan Kampus yang Setara dan Inklusif
18 Aug 2026
09:19 WITA

UNG Resmikan Unit Layanan Disabilitas, Tegaskan Komitmen Wujudkan Kampus yang Setara dan Inklusif

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat komitmennya, dalam menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang inklusif dan dapat diakses oleh semua. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian Unit Layanan Disabilitas (ULD) oleh Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., Selasa (18/8).Dalam penyampaiannya Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menyebut peresmian ULD menjadi langkah strategis UNG, dalam membangun lingkungan kampus yang semakin aksesibel, setara, dan responsif terhadap keberagaman kebutuhan mahasiswa, khususnya penyandang disabilitas.“Layana disabilitas ini diharapkan tidak sekadar menjadi unit layanan administratif, tetapi berkembang sebagai pusat dukungan yang mampu memastikan mahasiswa penyandang disabilitas memperoleh kesempatan yang sama dalam menjalani proses pendidikan di lingkungan UNG,” ungkap Rektor.Ia menegaskan bahwa keberadaan ULD merupakan bagian dari komitmen institusi, untuk memastikan seluruh mahasiswa mendapatkan hak dan kesempatan yang setara dalam mengakses pendidikan tinggi. ULD diharapkan menjadi pusat layanan yang menyediakan dukungan akademik, pendampingan, serta berbagai bentuk fasilitasi aksesibilitas bagi mahasiswa penyandang disabilitas.“Pendidikan tinggi tidak hanya berbicara mengenai penyelenggaraan pembelajaran, tetapi juga bagaimana perguruan tinggi mampu menciptakan lingkungan yang memberikan ruang bagi setiap individu untuk berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki,” tegasnya.Karena itu, keberadaan ULD menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan yang menghargai keberagaman, sekaligus memastikan tidak ada mahasiswa yang menghadapi hambatan untuk belajar dan berpartisipasi dalam kehidupan kampus.Menariknya kehadiran unit ini nantinya tidak hanya diperuntukkan untuk memberikan layanan bagi civitas akademika UNG semata, tetapi terbuka bagi masyarakat di Provinsi Gorontalo yang membutuhkan informasi, konsultasi, dan dukungan terkait layanan disabilitas.“Keterbukaan tersebut mempertegas peran UNG sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan, tetapi juga hadir memberikan manfaat bagi masyarakat luas dengan turut menghadirkan layanan untuk masyarakat penyandang disabilitas,” pungkasnya. (**)

Ajak Masyarakat Hidup Sehat, Mahasiswa UNG Gencar Edukasi Masyarakat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
18 Aug 2026
01:35 WITA

Ajak Masyarakat Hidup Sehat, Mahasiswa UNG Gencar Edukasi Masyarakat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Upaya menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak usia dini terus dilakukan mahasiswa, melalui kegiatan edukasi kesehatan di lingkungan sekolah. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan, mahasiswa menggelar edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi siswa di Desa Lauwonu, Gorontalo.Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN Profesi Kesehatan, dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan. Selain itu juga mendorong terbentuknya kebiasaan hidup bersih dan sehat, pada anak-anak melalui pendekatan edukatif, interaktif, dan mudah dipahami.Materi PHBS disampaikan oleh Anissa O.R. Pakaya. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga kebersihan diri, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menjaga kebersihan lingkungan, serta menerapkan pola hidup sehat sebagai bagian dari upaya mencegah berbagai penyakit.“Para siswa diajak memahami bahwa perilaku hidup bersih dan sehat bukan sekadar materi pembelajaran, melainkan kebiasaan sederhana yang perlu dilakukan secara konsisten, baik di rumah maupun di lingkungan sekolah,” ujarnya.Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa sederhana dan disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Para siswa tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga diberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan dan berbagi pengalaman mengenai kebiasaan menjaga kebersihan diri maupun lingkungan. Keterlibatan guru wali kelas dan guru pendamping juga menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan pesan kesehatan yang disampaikan.“Guru diharapkan dapat terus mendampingi siswa dalam menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sehingga edukasi yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari,” terangnya.Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif merespons pertanyaan yang diberikan oleh moderator maupun pemateri serta terlibat dalam diskusi mengenai kebiasaan hidup bersih dan sehat. Interaksi tersebut menunjukkan bahwa edukasi kesehatan dengan metode yang komunikatif dan menyenangkan dapat menjadi salah satu pendekatan efektif untuk memperkenalkan pentingnya PHBS kepada anak-anak. (**)

Perkuat Kesehatan Ibu Hamil, Mahasiswa KKN-PK Latih Kader Masyarakat Dalam Pemantauan Kehamilan Berbasis Teknologi
18 Aug 2026
01:18 WITA

Perkuat Kesehatan Ibu Hamil, Mahasiswa KKN-PK Latih Kader Masyarakat Dalam Pemantauan Kehamilan Berbasis Teknologi

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Upaya memperkuat kesehatan ibu dan bayi terus dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Salah satunya melalui Pelatihan dan Penguatan Kapasitas Kader yang digelar di Aula Kantor Desa Isimu Utara, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Senin (10/8/2026).Mengusung tema “Meningkatkan Kompetensi Kader dalam Pendampingan Ibu Hamil melalui Kalender ANC dan Website Monitoring”, kegiatan ini tidak hanya memberikan penguatan pengetahuan kepada kader, tetapi juga memperkenalkan pemanfaatan teknologi untuk membantu memantau kesehatan ibu hamil secara lebih terstruktur.Pelatihan diikuti oleh kader kesehatan dan sejumlah unsur masyarakat, serta dihadiri Kepala Desa Isimu Utara Wawan Pipii bersama jajaran pemerintah desa, Karang Taruna, dan pendamping sosial. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sistem pendampingan kesehatan ibu yang melibatkan masyarakat sejak tingkat desa.Kepala Desa, Wawan Pipii, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan yang diberikan mahasiswa KKN-PK dapat menjadi bekal bagi kader dalam menjalankan tugas pendampingan ibu hamil di Desa Isimu Utara.“Diharapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara optimal sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat,” harapnya.Koordinator Desa KKN-PK UNG Desa Isimu Utara, Moh. Saputra Ali, menjelaskan bahwa pelatihan merupakan bagian dari program pengabdian mahasiswa, untuk meningkatkan kapasitas kader dalam melakukan pendampingan ibu hamil.“Melalui pelatihan ini, mendorong kader dapat lebih memahami perannya dalam mendampingi ibu hamil dan mampu memanfaatkan Kalender ANC serta website monitoring sebagai media pendukung pemantauan kehamilan,” ujarnya.Dalam kegiatan pelatihan, kader terlebih dahulu mendapatkan materi mengenai peran dan fungsi mereka dalam pendampingan ibu hamil. Materi mencakup pentingnya pemantauan kondisi ibu, pengingat jadwal pemeriksaan kehamilan, hingga pemberian dukungan dan informasi kepada ibu hamil beserta keluarganya.Mahasiswa kemudian memperkenalkan Kalender ANC sebagai media sederhana untuk membantu kader mencatat dan memantau jadwal pemeriksaan antenatal care (ANC). Kader diberikan pemahaman mengenai cara pencatatan jadwal pemeriksaan serta pemantauan kunjungan ibu hamil.Tidak berhenti pada pencatatan manual, mahasiswa KKN-PK juga memperkenalkan website monitoring yang dikembangkan sebagai media pendukung pemantauan ibu hamil di Desa Isimu Utara.Melalui platform tersebut, kader dikenalkan pada sistem pemantauan data dan informasi ibu hamil. Kehadiran teknologi ini diharapkan dapat membantu kader mengelola informasi secara lebih terstruktur sehingga pendampingan dapat dilakukan secara lebih terarah.Bagi mahasiswa KKN-PK UNG, penguatan kapasitas kader menjadi langkah penting karena kader merupakan salah satu unsur yang paling dekat dengan masyarakat. Dengan pengetahuan yang memadai dan dukungan sistem pemantauan, kader diharapkan mampu membantu memastikan ibu hamil memperoleh perhatian dan pendampingan yang dibutuhkan.Pemanfaatan Kalender ANC dan website monitoring juga menjadi contoh bagaimana teknologi sederhana dapat dipadukan dengan peran masyarakat untuk memperkuat layanan kesehatan berbasis komunitas. (**)

Momentum Kemerdekaan, Civitas Akademika UNG Gelar Upacara Peringatan HUT RI ke-81
17 Aug 2026
03:05 WITA

Momentum Kemerdekaan, Civitas Akademika UNG Gelar Upacara Peringatan HUT RI ke-81

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Semangat kemerdekaan Republik Indonesia turut diperingati civitas akademika Universitas Negeri Gorontalo. Wujud semarak momentum bersejarah masyarakat Indonesia tersebut peringati melalui prosesi upacara bendera, Senin (17/8), yang dipimpin langsung oleh Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T.Upacara yang dipusatkan di lapangan Rektorat UNG dipenuhi oleh civitas akademika mulai dari jajaran pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa yang bersama-sama mengikuti upacara bendera dengan penuh khidmat. Nuansa kebangsaan semakin terasa dengan beragam pakaian adat yang dikenakan peserta, berpadu dengan lantunan lagu-lagu nasional sepanjang prosesi upacara.Dalam amanatnya, Rektor UNG mengingatkan bahwa kemerdekaan tidak semestinya dimaknai sebatas seremoni tahunan. Lebih dari itu, kemerdekaan merupakan amanah yang harus diisi melalui karya, inovasi, dan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.Menurut Prof. Eduart, kemerdekaan yang dinikmati masyarakat Indonesia saat ini merupakan buah dari perjuangan dan pengorbanan besar para pahlawan. Karena itu, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan meneruskan cita-cita perjuangan tersebut melalui peran masing-masing.“Generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan meneruskan cita-cita perjuangan tersebut melalui peran masing-masing. Tugas sebagai civitas akademika UNG yakni mengisi kemerdekaan ini dengan karya, inovasi, dan kontribusi nyata untuk bangsa di bidang pendidikan,” ujar Prof. Eduart.Semangat kemerdekaan, menurutnya, harus diterjemahkan menjadi semangat untuk terus belajar, menciptakan inovasi, menghasilkan penelitian yang bermanfaat, serta menghadirkan pengabdian yang mampu memberikan solusi bagi masyarakat.Melalui momentum peringatan kemerdekaan tersebut, Rektor mengajak seluruh civitas akademika UNG untuk menjadikan kampus sebagai ruang tumbuh bagi generasi yang unggul dan berdaya saing.

Lihat Semua Berita