Site Logo
Semua Berita
Semua Berita Siaran PersPenelitianPengumumanUNG BerdampakPengabdianSNPMBKemdikti SaintekMBKMSDGsPrestasi MahasiswaKerjasamaKemahasiswaanCampus LifeAkademikAkreditasiUmumJDIH
UNG Resmikan Unit Layanan Disabilitas, Tegaskan Komitmen Wujudkan Kampus yang Setara dan Inklusif
18 Aug 2026
09:19 WITA

UNG Resmikan Unit Layanan Disabilitas, Tegaskan Komitmen Wujudkan Kampus yang Setara dan Inklusif

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat komitmennya, dalam menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang inklusif dan dapat diakses oleh semua. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian Unit Layanan Disabilitas (ULD) oleh Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., Selasa (18/8).Dalam penyampaiannya Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menyebut peresmian ULD menjadi langkah strategis UNG, dalam membangun lingkungan kampus yang semakin aksesibel, setara, dan responsif terhadap keberagaman kebutuhan mahasiswa, khususnya penyandang disabilitas.“Layana disabilitas ini diharapkan tidak sekadar menjadi unit layanan administratif, tetapi berkembang sebagai pusat dukungan yang mampu memastikan mahasiswa penyandang disabilitas memperoleh kesempatan yang sama dalam menjalani proses pendidikan di lingkungan UNG,” ungkap Rektor.Ia menegaskan bahwa keberadaan ULD merupakan bagian dari komitmen institusi, untuk memastikan seluruh mahasiswa mendapatkan hak dan kesempatan yang setara dalam mengakses pendidikan tinggi. ULD diharapkan menjadi pusat layanan yang menyediakan dukungan akademik, pendampingan, serta berbagai bentuk fasilitasi aksesibilitas bagi mahasiswa penyandang disabilitas.“Pendidikan tinggi tidak hanya berbicara mengenai penyelenggaraan pembelajaran, tetapi juga bagaimana perguruan tinggi mampu menciptakan lingkungan yang memberikan ruang bagi setiap individu untuk berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki,” tegasnya.Karena itu, keberadaan ULD menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan yang menghargai keberagaman, sekaligus memastikan tidak ada mahasiswa yang menghadapi hambatan untuk belajar dan berpartisipasi dalam kehidupan kampus.Menariknya kehadiran unit ini nantinya tidak hanya diperuntukkan untuk memberikan layanan bagi civitas akademika UNG semata, tetapi terbuka bagi masyarakat di Provinsi Gorontalo yang membutuhkan informasi, konsultasi, dan dukungan terkait layanan disabilitas.“Keterbukaan tersebut mempertegas peran UNG sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan, tetapi juga hadir memberikan manfaat bagi masyarakat luas dengan turut menghadirkan layanan untuk masyarakat penyandang disabilitas,” pungkasnya. (**)

Ajak Masyarakat Hidup Sehat, Mahasiswa UNG Gencar Edukasi Masyarakat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
18 Aug 2026
01:35 WITA

Ajak Masyarakat Hidup Sehat, Mahasiswa UNG Gencar Edukasi Masyarakat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Upaya menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak usia dini terus dilakukan mahasiswa, melalui kegiatan edukasi kesehatan di lingkungan sekolah. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan, mahasiswa menggelar edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi siswa di Desa Lauwonu, Gorontalo.Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN Profesi Kesehatan, dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan. Selain itu juga mendorong terbentuknya kebiasaan hidup bersih dan sehat, pada anak-anak melalui pendekatan edukatif, interaktif, dan mudah dipahami.Materi PHBS disampaikan oleh Anissa O.R. Pakaya. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga kebersihan diri, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menjaga kebersihan lingkungan, serta menerapkan pola hidup sehat sebagai bagian dari upaya mencegah berbagai penyakit.“Para siswa diajak memahami bahwa perilaku hidup bersih dan sehat bukan sekadar materi pembelajaran, melainkan kebiasaan sederhana yang perlu dilakukan secara konsisten, baik di rumah maupun di lingkungan sekolah,” ujarnya.Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa sederhana dan disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Para siswa tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga diberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan dan berbagi pengalaman mengenai kebiasaan menjaga kebersihan diri maupun lingkungan. Keterlibatan guru wali kelas dan guru pendamping juga menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan pesan kesehatan yang disampaikan.“Guru diharapkan dapat terus mendampingi siswa dalam menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sehingga edukasi yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari,” terangnya.Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif merespons pertanyaan yang diberikan oleh moderator maupun pemateri serta terlibat dalam diskusi mengenai kebiasaan hidup bersih dan sehat. Interaksi tersebut menunjukkan bahwa edukasi kesehatan dengan metode yang komunikatif dan menyenangkan dapat menjadi salah satu pendekatan efektif untuk memperkenalkan pentingnya PHBS kepada anak-anak. (**)

Perkuat Kesehatan Ibu Hamil, Mahasiswa KKN-PK Latih Kader Masyarakat Dalam Pemantauan Kehamilan Berbasis Teknologi
18 Aug 2026
01:18 WITA

Perkuat Kesehatan Ibu Hamil, Mahasiswa KKN-PK Latih Kader Masyarakat Dalam Pemantauan Kehamilan Berbasis Teknologi

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Upaya memperkuat kesehatan ibu dan bayi terus dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Salah satunya melalui Pelatihan dan Penguatan Kapasitas Kader yang digelar di Aula Kantor Desa Isimu Utara, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Senin (10/8/2026).Mengusung tema “Meningkatkan Kompetensi Kader dalam Pendampingan Ibu Hamil melalui Kalender ANC dan Website Monitoring”, kegiatan ini tidak hanya memberikan penguatan pengetahuan kepada kader, tetapi juga memperkenalkan pemanfaatan teknologi untuk membantu memantau kesehatan ibu hamil secara lebih terstruktur.Pelatihan diikuti oleh kader kesehatan dan sejumlah unsur masyarakat, serta dihadiri Kepala Desa Isimu Utara Wawan Pipii bersama jajaran pemerintah desa, Karang Taruna, dan pendamping sosial. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sistem pendampingan kesehatan ibu yang melibatkan masyarakat sejak tingkat desa.Kepala Desa, Wawan Pipii, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan yang diberikan mahasiswa KKN-PK dapat menjadi bekal bagi kader dalam menjalankan tugas pendampingan ibu hamil di Desa Isimu Utara.“Diharapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara optimal sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat,” harapnya.Koordinator Desa KKN-PK UNG Desa Isimu Utara, Moh. Saputra Ali, menjelaskan bahwa pelatihan merupakan bagian dari program pengabdian mahasiswa, untuk meningkatkan kapasitas kader dalam melakukan pendampingan ibu hamil.“Melalui pelatihan ini, mendorong kader dapat lebih memahami perannya dalam mendampingi ibu hamil dan mampu memanfaatkan Kalender ANC serta website monitoring sebagai media pendukung pemantauan kehamilan,” ujarnya.Dalam kegiatan pelatihan, kader terlebih dahulu mendapatkan materi mengenai peran dan fungsi mereka dalam pendampingan ibu hamil. Materi mencakup pentingnya pemantauan kondisi ibu, pengingat jadwal pemeriksaan kehamilan, hingga pemberian dukungan dan informasi kepada ibu hamil beserta keluarganya.Mahasiswa kemudian memperkenalkan Kalender ANC sebagai media sederhana untuk membantu kader mencatat dan memantau jadwal pemeriksaan antenatal care (ANC). Kader diberikan pemahaman mengenai cara pencatatan jadwal pemeriksaan serta pemantauan kunjungan ibu hamil.Tidak berhenti pada pencatatan manual, mahasiswa KKN-PK juga memperkenalkan website monitoring yang dikembangkan sebagai media pendukung pemantauan ibu hamil di Desa Isimu Utara.Melalui platform tersebut, kader dikenalkan pada sistem pemantauan data dan informasi ibu hamil. Kehadiran teknologi ini diharapkan dapat membantu kader mengelola informasi secara lebih terstruktur sehingga pendampingan dapat dilakukan secara lebih terarah.Bagi mahasiswa KKN-PK UNG, penguatan kapasitas kader menjadi langkah penting karena kader merupakan salah satu unsur yang paling dekat dengan masyarakat. Dengan pengetahuan yang memadai dan dukungan sistem pemantauan, kader diharapkan mampu membantu memastikan ibu hamil memperoleh perhatian dan pendampingan yang dibutuhkan.Pemanfaatan Kalender ANC dan website monitoring juga menjadi contoh bagaimana teknologi sederhana dapat dipadukan dengan peran masyarakat untuk memperkuat layanan kesehatan berbasis komunitas. (**)

Momentum Kemerdekaan, Civitas Akademika UNG Gelar Upacara Peringatan HUT RI ke-81
17 Aug 2026
03:05 WITA

Momentum Kemerdekaan, Civitas Akademika UNG Gelar Upacara Peringatan HUT RI ke-81

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Semangat kemerdekaan Republik Indonesia turut diperingati civitas akademika Universitas Negeri Gorontalo. Wujud semarak momentum bersejarah masyarakat Indonesia tersebut peringati melalui prosesi upacara bendera, Senin (17/8), yang dipimpin langsung oleh Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T.Upacara yang dipusatkan di lapangan Rektorat UNG dipenuhi oleh civitas akademika mulai dari jajaran pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa yang bersama-sama mengikuti upacara bendera dengan penuh khidmat. Nuansa kebangsaan semakin terasa dengan beragam pakaian adat yang dikenakan peserta, berpadu dengan lantunan lagu-lagu nasional sepanjang prosesi upacara.Dalam amanatnya, Rektor UNG mengingatkan bahwa kemerdekaan tidak semestinya dimaknai sebatas seremoni tahunan. Lebih dari itu, kemerdekaan merupakan amanah yang harus diisi melalui karya, inovasi, dan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.Menurut Prof. Eduart, kemerdekaan yang dinikmati masyarakat Indonesia saat ini merupakan buah dari perjuangan dan pengorbanan besar para pahlawan. Karena itu, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan meneruskan cita-cita perjuangan tersebut melalui peran masing-masing.“Generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan meneruskan cita-cita perjuangan tersebut melalui peran masing-masing. Tugas sebagai civitas akademika UNG yakni mengisi kemerdekaan ini dengan karya, inovasi, dan kontribusi nyata untuk bangsa di bidang pendidikan,” ujar Prof. Eduart.Semangat kemerdekaan, menurutnya, harus diterjemahkan menjadi semangat untuk terus belajar, menciptakan inovasi, menghasilkan penelitian yang bermanfaat, serta menghadirkan pengabdian yang mampu memberikan solusi bagi masyarakat.Melalui momentum peringatan kemerdekaan tersebut, Rektor mengajak seluruh civitas akademika UNG untuk menjadikan kampus sebagai ruang tumbuh bagi generasi yang unggul dan berdaya saing.

Eco-Repel Spray: Inovasi Peneliti UNG Ubah Limbah Jagung Dan Daun Pepaya Jadi Penangkal Nyamuk Malaria Ramah Lingkungan
14 Aug 2026
01:22 WITA

Eco-Repel Spray: Inovasi Peneliti UNG Ubah Limbah Jagung Dan Daun Pepaya Jadi Penangkal Nyamuk Malaria Ramah Lingkungan

Abdul Wahid Rauf

Malaria masih menjadi salah satu tantangan kesehatan global yang belum tuntas, termasuk di Indonesia. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina ini masih bersanding dengan tuberkulosis dan HIV/AIDS sebagai prioritas penanganan kesehatan nasional. Wilayah beriklim tropis dengan suhu hangat dan kelembapan tinggi, seperti sebagian besar wilayah Indonesia, menjadi habitat ideal bagi nyamuk ini untuk berkembang biak dengan cepat.Selama ini, masyarakat umumnya mengandalkan produk repelan komersial sebagai langkah pencegahan. Sayangnya, mayoritas produk yang beredar di pasaran mengandung bahan kimia sintetis bernama DEET (N,N-Diethyl-meta-toluamide). Meski efektif, penggunaan DEET dalam jangka panjang atau konsentrasi tinggi berisiko memicu iritasi kulit, reaksi alergi, efek neurotoksik, hingga gangguan sistem saraf. Lebih jauh, residunya berpotensi mencemari ekosistem tanah dan perairan.Menjawab tantangan tersebut, tim peneliti dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) — La Ode Aman, Dizky Ramadani Putri Papeo, dan Yuniarty Antu — menginisiasi sebuah inovasi ramah lingkungan bernama Eco-Repel Spray. Yang menarik, bahan utamanya bukan sesuatu yang jauh atau mahal: melainkan rambut jagung (Zea mays L.) dan daun pepaya (Carica papaya L.) — dua bahan lokal yang melimpah dan selama ini kerap dianggap sebagai limbah pertanian.Melalui pendekatan Community-Based Participatory Approach (CBPA), inovasi ini telah disosialisasikan dan diterapkan secara langsung kepada masyarakat di Desa Botumoito, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo.Sinergi Dua Tanaman, Perlindungan BerlipatSecara ilmiah, kombinasi kedua ekstrak tanaman ini terbukti menghasilkan efek sinergis yang memperpanjang durasi perlindungan dari gigitan nyamuk.Rambut jagung kaya akan senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, tanin, dan minyak atsiri. Minyak atsiri mengandung senyawa volatil yang mudah menguap dan mengeluarkan aroma khas yang mampu mengacaukan reseptor penciuman nyamuk dewasa, sehingga menurunkan kemampuannya mendeteksi manusia sebagai inang. Selain itu, rambut jagung juga mengandung senyawa norbergenin yang terbukti efektif menghambat pertumbuhan parasit malaria.Sementara itu, daun pepaya yang telah lama dikenal dalam pengobatan tradisional mengandung alkaloid papain, saponin, flavonoid, dan fenolik. Senyawa alkaloid bekerja mengganggu proses metabolisme parasit di dalam sel darah merah, sementara kandungan flavonoidnya memberikan efek repelan yang signifikan terhadap nyamuk.Mudah Dibuat, Aman untuk Seluruh KeluargaSalah satu keunggulan Eco-Repel Spray adalah proses pembuatannya yang sederhana, murah, dan dapat dipraktikkan langsung dalam skala rumah tangga. Berikut tahapannya:Persiapan bahan — Cuci bersih 50–100 gram rambut jagung dan 10–15 helai daun pepaya segar.Perebusan — Rebus kedua bahan dalam 1.000 ml air bersih selama 20–30 menit, saring menggunakan kain kasa, lalu dinginkan hingga suhu ruang.Pencampuran pelarut dan aroma — Di wadah terpisah, campurkan 100 ml etanol 70% dengan 1 ml minyak sereh (citronella oil). Minyak sereh ditambahkan karena mengandung senyawa geraniol dan citronellal yang juga dikenal tidak disukai nyamuk.Finalisasi — Masukkan air rebusan ekstrak tanaman secara bertahap ke dalam campuran alkohol dan minyak sereh sambil diaduk hingga menyatu. Tuangkan ke dalam botol semprot steril, dan produk siap digunakan.Formulasi yang bebas dari bahan kimia sintetik menjadikan produk ini relatif aman digunakan oleh seluruh kelompok usia, termasuk anak-anak dan ibu hamil.Lebih dari Sekadar Repelan: Wujud Nyata Pembangunan BerkelanjutanInovasi Eco-Repel Spray tidak hanya menjadi langkah maju di sektor kesehatan masyarakat, tetapi juga merupakan wujud nyata dari konsep pembangunan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan limbah organik, inovasi ini mengintegrasikan tiga pilar sekaligus: kesehatan manusia, kelestarian lingkungan melalui prinsip zero waste, serta penguatan ekonomi lokal.Inisiatif berbasis komunitas ini juga sejalan dengan pencapaian target global Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan ke-3 mengenai Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan, serta Tujuan ke-12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.Ke depannya, produk berbasis bahan alam lokal ini berpotensi besar dikembangkan menjadi komoditas usaha mikro atau ekonomi kreatif desa, guna meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Sebuah bukti bahwa inovasi besar tidak selalu bermula dari laboratorium canggih — kadang, ia lahir dari halaman rumah sendiri.

Jaksa Agung Muda Intelijen Suntikkan Semangat kepada Mahasiswa Baru UNG
12 Aug 2026
08:00 WITA

Jaksa Agung Muda Intelijen Suntikkan Semangat kepada Mahasiswa Baru UNG

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) pada hari ketiga pelaksanaan, kedatangan tamu istimewa yakni Jaksa Agung Muda Intelijen, Prof. Dr. Reda Manthovani, SH., MH., Rabu (12/8).Ditengah kunjungan kerja di Provinsi Gorontalo, salah satu pejabat penting di Kejaksaan Agung Republik Indonesia hadir membersamai mahasiswa baru UNG yang tengah mengikuti kegiatan orientasi. Selain bertemu langsung dengan mahasiswa, Prof. Reda juga menyempatkan diri untuk memberikan pembekalan khusus untuk mahasiswa baru agar bisa sukses dalam dunia kampus yang akan digeluti.Di hadapan mahasiswa baru, Prof. Reda banyak memberikan suntikan motivasi kepada mahasiswa baru, untuk serius dalam mengikuti seluruh rangkaian pendidikan di Kampus Kerakyatan UNG. Keseriusan tersebut harus dibarengi dengan konsistensi, agar bisa menyelesaikan pendidikan tepat waktu dengan prestasi yang memuaskan.“Konsisten itu sangat penting, karena selama perjalanan kuliah akan banyak cobaan dan hambatan yang akan dihadapi. Hal ini akan tentunya akan membuat mahasiswa terkadang berhenti berjuang ataupun lulus dengan tidak maksimal. Olehnya mahasiswa harus konsisten dengan keinginan untuk menyelesaikan pendidikan di UNG,” ujarnyaProf. Reda juga menekankan pentingnya membangun jaringan positif. Lingkungan pertemanan dan jejaring yang baik dapat menjadi modal penting dalam mendukung perkembangan akademik, keterampilan, maupun perjalanan karier mahasiswa di masa depan.Dalam kesempatan tersebut Prof. Reda turut berpesan bahwa kehidupan mahasiswa dimasa mendatang, salah satunya ditentukan dari proses perjalanan selama di Kampus. Olehnya canangkan di pikiran cita-cita ataupun terget terbaik yang ingin diraih, yang tentunya harus diperjuangan sejak dini di bangku perkuliahan sehingga nanti dapat benar-benar mewujudkannya.“The power of mind itu penting untuk diterapkan bukan untuk dihayalkan. Apa yang diingkan harus diterapkan sejak jauh hari sebelumnya. Upaya untuk meraih keinginan itu harus dilatih dan dibentuk sejak dini,” pesannya.Prof. Reda juga mengingatkan kepada mahasiswa untuk tidak hanya fokus dalam memperkaya ilmu pengetahuan saja, namun juga perlu memperkuat karakter maupun keterampilan, serta harus menjadi individu yang produktif dan kreatif.Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menyebut Kehadiran Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen tersebut, memberikan warna tersendiri dalam rangkaian PKKMB UNG. Pesan yang disampaikan menjadi pengingat bagi mahasiswa baru bahwa perjalanan mereka di perguruan tinggi bukan sekadar proses memperoleh gelar, tetapi merupakan fase penting untuk membentuk pribadi, memperluas jaringan, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan masa depan. (**)

Bekali Mahasisa Baru Pengetahuan Anti Korupsi, UNG Berkomitmen Lahirkan Generasi Muda Berintegritas
11 Aug 2026
01:21 WITA

Bekali Mahasisa Baru Pengetahuan Anti Korupsi, UNG Berkomitmen Lahirkan Generasi Muda Berintegritas

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Dalam mendukung agenda nasional pemberantasan korupsi, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menegaskan komitmennya untuk mendidik generasi muda yang berintegritas. Melalui rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), UNG memberikan materi penguatan integritas mahasiswa sebagai upaya memerangi perilaku korupsi.Materi yang dikemas dengan judul “Pencegahan korupsi dari kampus: Membangun generasi muda yang jujur dan beretika” ini disampaikan langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo, yang diwakili Kepala seksi penyidikan pidana khusus Rafid Mufti Humolungo, S.H., Selasa (11/8).Dalam pemaparannya, Rafid menekankan bahwa perguruan tinggi memegang peranan vital sebagai wadah pembentukan karakter, tanggung jawab, dan integritas. Menurutnya, benih-benih perilaku koruptif kerap muncul dari kebiasaan kecil yang dibiarkan di bangku kuliah.“Korupsi bukan hanya persoalan uang, melainkan juga menyangkut penyalahgunaan kekuasaan, jabatan, atau kepercayaan demi keuntungan pribadi. Perilaku ini tidak mendadak muncul saat seseorang menjadi pejabat, tetapi bisa berakar sejak masa kuliah,” ujar Rafid di hadapan ribuan mahasiswa baru.Ia membeberkan sejumlah contoh konkret aksi 'korupsi kecil' yang rawan terjadi di lingkungan kampus, mulai dari tradisi titip absen, menyontek, praktik plagiarisme, manipulasi data penelitian, hingga penyalahgunaan dana organisasi. Kebiasaan tidak jujur tersebut dinilai dapat mengikis moral, serta merusak karakter mahasiswa sebagai calon pemimipin masa depan.Lebih lanjut, Rafid mengingatkan bahwa integritas sejati seorang individu justru diuji ketika tidak ada orang lain yang mengawasi. Mengingat mahasiswa hari ini adalah penentu kebijakan di masa depan, penanaman nilai kejujuran sejak dini menjadi benteng utama agar mereka tidak tergiur melakukan penyelewengan di kemudian hari.Ketua pelaksana PKKMB UNG Zulkarnain Anu, S.Pd., M.Pd., menuturkan upaya menyelipkan materi antikorupsi dalam PKKMB, menjadi bentuk komitmen Kampus Kerakyatan UNG  dalam mendidik serta melahirkan melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara moral dan berintegritas.“Pendidikan anti korupsi adalah bagian penting dari pembentukan karakter siswa sejak mereka menapaki dunia kampus. Pendidikan anti korupsi merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan lingkungan pendidikan tinggi yang positif,” pungkasnya. (**)

Hadir Langsung di Kegiatan PKKMB, Rektor Sampaikan Pesan Penting Untuk Mahasiswa Baru UNG
11 Aug 2026
00:28 WITA

Hadir Langsung di Kegiatan PKKMB, Rektor Sampaikan Pesan Penting Untuk Mahasiswa Baru UNG

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO - Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., hadir di tengah-tengah kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB), untuk menyambut mahasiswa baru UNG tahun akademik 2026-2027, Senin (10/8).Dihadapan para mahasiswa baru, Rektor menyampaikan sejumlah pesan penting, bahwa kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi khususnya di UNG, adalah dambaan banyak masyarakat. Namun, hanya segelintir yang berhasil lolos dan menjadi bagian dari keluarga besar UNG.“Kesempatan tersebut dapat disyukuri oleh mahasis baru, salah satu cara yakni dengan mengikuti seluruh rangkaian pendidikan akademik untuk menempa ilmu, membentuk karakter, dan mengasah keterampilan yang bermanfaat bagi masa depan, kemudia menyelesaikan pendidikan tepat waktu,” ujar Rektor.Di lingkungan pendidikan tinggi khususnya UNG, memiliki regulasi akademik yang harus ditaati oleh seluruh mahasiswa. Untuk itu mahasiswa dituntut untuk menjalankan aktifitas akademik sesuai ketentuan berlaku, serta berkomitmen menyelesaikan seluruh tahapan tepat waktu.“Dalam menempuh pendidikan di kampus tentunya perjalanan kuliah tidak selalu mulus, akan ada dinamika, tantangan, dan lika-liku yang harus dihadapi. Namun yang perlu diingat, setiap tantangan yang kalian lalui akan menempa pribadi yang lebih kuat. Proses ini akan menjadi bekal berharga untuk terus berkarya dan memberi kontribusi di masa mendatang,” ujarnya.Sebagai mahasiswa baru, Rektor mewanti-wanti untuk dapat beradaptasi dengan cepat dengan kehidupan kampus serta sistem akademik. Karena dengan cepat beradaptasi, mahasiswa baru dapat menjalankan pendidikan tepat waktu dengan dibarengi pencapaian prestasi yang memuaskan.“Selamat memulai perjalanan kalian di kampus kerakyatan UNG, doa saya selalu menyertai ribuan mahasiswa baru agar sukses meraih cita-cita melalui UNG kampus kita tercinta,” pungkas Rektor. (**)

Melalui Kegiatan PKKMB, Mahasiswa Baru UNG Dibekali Pengenalan Tentang Kehidupan di Kampus
10 Aug 2026
06:04 WITA

Melalui Kegiatan PKKMB, Mahasiswa Baru UNG Dibekali Pengenalan Tentang Kehidupan di Kampus

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Sebagai langkah awal dalam menjalani aktivitas di lingkungan Kampus, Universitas Negeri Gorontalo memberikan pembekalan terkait kehidupan kampus bagi mahasiswa baru. Pembekalan tersebut dilaksanakan melalui kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026, Senin (10/8).Ketua pelaksana PKKMB UNG Zulkarnain Anu, S.Pd., M.Pd., mengatakan pelaksanaan PKKMB sebagai wadah pengenalan sistem pendidikan tinggi, budaya akademik serta tata kehidupan kampus, serta nilai-nilai dasar yang harus dimiliki mahasiswa. Ini juga sekaligus sebagai langkah awal pembinaan mahasiswa baru, agar siap mengikuti proses pendidikan tinggi secara aktif, mandiri, kreatif dan bertanggung jawab.“PKKMB ini diikuti oleh 5166 mahasiswa baru, yang berasal dari 27 Provinsi di Indonesia. Kegiatan akan berlangsung selama 5 hari mulai 10-14 Agustus 2026,” ujar Zulkarnain.Teknis pelaksanaan PKKMB kata Zulkarnanin, akan dilaksanakan mulai di tingkat universitas maupun fakultas. Selama pembekalan mahasiswa baru akan dibekali dengan nilai-nilai penting, yang akan menopang perjalanan akademik mereka selama mengikuti perkuliahan di UNG.“Adapun  materi yang diberikan meliputi kehidupan berbangsa dan bernegara, jati diri bangsa dan pembinaan kesadaran bela negara, sistem pendidikan tinggi di indonesia, Perguruan Tinggi di era digital dan revolusi industri, pengembangan karakter mahasiswa, muatan lokal dan kearifan lokal di Kawasan Teluk Tomini,” jelasnnya.Sementera itu Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menekankan pentingnya mengikuti pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru. Pengetahuan dan informasi yang diperoleh pada PKKMB akan sangat penting, sebagai langkah awal bagi mahasiswa baru untuk beradaptasi dengan dunia perkuliahan.“Kehidupan kampus memiliki karakteristik yang sangat berbeda dengan masa sekolah. Karena itu, diperlukan pembekalan khusus agar mahasiswa baru memahami pola kehidupan di lingkungan kampus, sistem pembelajaran, serta berbagai kegiatan akademik dan non-akademik yang akan dijalani selama masa studi,” ujar Rektor.Untuk itu Eduart berpesan agar seluruh mahasiswa baru dapat menuntaskan seluruh rangkaian PKKMB, karena menjadi momen penting untuk mengenalkan mahasiswa baru pada lingkungan belajar yang berbeda. Terlebih dalam kegiatan ini memberi gambaran bagaimana mahasiswa baru, akan menempuh perjalanan akademik dan beradaptasi dengan dinamika kehidupan kampus selama empat tahun ke depan. (**)

Perdana Masuk Kampus, Rektor Sambut Hangat Kehadiran Ribuan Mahasiswa Baru UNG
10 Aug 2026
05:12 WITA

Perdana Masuk Kampus, Rektor Sambut Hangat Kehadiran Ribuan Mahasiswa Baru UNG

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) resmi menyambut 5.166 mahasiswa baru untuk Tahun Akademik 2025/2026. Ribuan generasi muda terpilih dari 11 fakultas tersebut kini sah menjadi bagian dari keluarga besar "Kampus Kerakyatan" UNG setelah menjalani prosesi pengukuhan dalam Sidang Senat Terbuka.Acara sakral tersebut dipimpin langsung oleh Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., dengan didampingi Ketua Senat Universitas, Prof. Dr. Femy Sahami, M.Si., serta jajaran pimpinan di lingkungan universitas.Dalam pidato sambutannya, Prof. Eduart Wolok menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru yang berhasil menembus ketatnya persaingan masuk UNG. Para mahasiswa yang dikukuhkan merupakan kandidat terbaik yang berhasil menyisihkan puluhan ribu pendaftar dari berbagai jalur seleksi.“Jalani kehidupan di lingkungan kampus dengan penuh suka cita. Tujuannya adalah memperkuat kualitas dan kompetensi individu, sehingga kelak dapat memberikan manfaat serta kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara," ujar Rektor UNG.Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa menyandang status sebagai mahasiswa UNG bukan sekadar rutinitas menempuh pendidikan tinggi. Status ini membawa amanah besar untuk terus mengembangkan potensi diri, mengasah kedisiplinan, serta menjaga fokus selama menempuh perjalanan akademik.“Kesempatan emas mengecap pendidikan di UNG ini diharapkan dapat dimaksimalkan oleh seluruh mahasiswa baru melalui kesungguhan belajar dan keaktifan berkarya, demi mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global," harapnyaSebagai mahasiswa baru, Rektor berharap untuk dapat beradaptasi dengan cepat dengan kehidupan kampus serta sistem akademik. Karena dengan cepat beradaptasi, mahasiswa baru dapat menjalankan pendidikan tepat waktu dengan dibarengi pencapaian prestasi yang memuaskan. (**)

Bukan Formalitas, Rektor UNG Tekankan Program KKN Jadi Ruang Belajar dan Pengabdian Mahasiswa
10 Aug 2026
03:22 WITA

Bukan Formalitas, Rektor UNG Tekankan Program KKN Jadi Ruang Belajar dan Pengabdian Mahasiswa

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT, hadir untuk memberikan pembekalan kepada ribuan mahasiswa UNG, yang akan terjun melakukan program pengabdian kepada masyarakat melalui progarm Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahap II Tahun 2026.Dalam penyampaiannya, Rektor mengajak mahasiswa peserta KKN Tematik Tahap II untuk mengubah cara pandang terhadap KKN. Menurutnya, KKN bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari masyarakat sekaligus memberikan kontribusi nyata.Dalam arahannya, Rektor meminta mahasiswa memanfaatkan 45 hari masa pengabdian sebagai ruang untuk memahami dinamika kehidupan masyarakat, menimba pengalaman, serta mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan.“Jadikan masa 45 hari ini sebagai momentum untuk belajar langsung dari dinamika masyarakat, menimba ilmu, sekaligus memberikan solusi atas problematika yang dihadapi warga setempat,” pesan Rektor.Menurutnya, pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat akan memberikan pembelajaran yang tidak selalu diperoleh di ruang kelas. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu melihat berbagai persoalan di lokasi KKN secara objektif, kemudian merancang kontribusi yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi masyarakat.Dalam menjalankan program kerja, mahasiswa diminta tetap berpegang pada Tri Dharma Perguruan Tinggi, memahami batas kewenangan, serta aktif berkonsultasi dengan Dosen Pendamping Lapangan (DPL). Setiap program juga harus dirancang dan dilaksanakan berdasarkan kondisi nyata masyarakat, bukan sekadar mengejar penyelesaian kegiatan.“Jangan bekerja sendiri. Jika menghadapi persoalan atau membutuhkan arahan, segera berkoordinasi dengan DPL maupun LPPM. Program yang dijalankan harus tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi masyarakat di lokasi KKN,” tegasnya.Lebih dari sekadar menjalankan program, Rektor mengingatkan bahwa setiap mahasiswa KKN merupakan representasi UNG di tengah masyarakat. Sikap dan perilaku mahasiswa selama berada di desa akan turut menentukan bagaimana masyarakat memandang almamater. Karena itu, mahasiswa diminta menjaga etika, tutur kata, perilaku, serta menghormati masyarakat dan kearifan lokal yang berlaku di masing-masing wilayah.“Jaga nama baik almamater. Etika, tutur kata, perilaku, dan kemampuan menghargai masyarakat merupakan bagian penting dari pengabdian. Ingat bahwa selama berada di lokasi KKN, saudara-saudara adalah representasi UNG,” ujarnya.Rektor juga mengingatkan mahasiswa untuk tidak menjadikan KKN sebagai formalitas yang membebani. Sebaliknya, masa pengabdian harus dijalani dengan kegembiraan, semangat, dan rasa tanggung jawab."Jalani KKN dengan penuh tanggung jawab, jaga nama baik almamater, dan manfaatkan kesempatan ini untuk belajar serta memberikan manfaat bagi masyarakat," pesan Rektor.Melalui KKN Tematik Tahap II Tahun 2026, UNG berharap mahasiswa tidak hanya pulang membawa pengalaman menyelesaikan program kerja, tetapi juga membawa pemahaman yang lebih mendalam tentang masyarakat, pengalaman memecahkan persoalan nyata, serta karakter sebagai insan akademis yang peduli terhadap lingkungan dan kehidupan sosial. (**)

Mahasiswa Akuntansi FEB UNG Raih Silver Medal pada 3rd International Student Competition 2026 di Thailand
09 Aug 2026
23:31 WITA

Mahasiswa Akuntansi FEB UNG Raih Silver Medal pada 3rd International Student Competition 2026 di Thailand

Rachmad Hidayah

GORONTALO – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di tingkat internasional. Moh. Akbar Ibrahim, mahasiswa Jurusan Akuntansi FEB UNG, berhasil meraih Juara II atau Silver Medal pada ajang 3rd International Student Competition (3rd ISC) 2026 yang berlangsung pada 8 sampai 9 Agustus 2026 di Chiang Mai University, Thailand.Prestasi tersebut diraih melalui karya ilmiah berjudul “TRUST System: Empowering Youth to Build Inclusive and Sustainable Financial Governance.” Sebelumnya, Akbar bersama timnya telah dinyatakan lolos sebagai finalis kompetisi internasional tersebut. Dalam tim, Akbar bertindak sebagai Team Leader, bersama Nafaldin Subula dari Universitas Ichsan Gorontalo dan Nur Ilmi Khair dari Universitas Halu Oleo.3rd International Student Competition 2026 diselenggarakan oleh International Student Community bekerja sama dengan Faculty of Agro-Industry, Chiang Mai University. Kompetisi ini mempertemukan mahasiswa dari enam negara dan mencakup sejumlah rangkaian kegiatan, mulai dari exhibition, penjurian, presentasi final delapan besar, seminar internasional, hingga awarding ceremony.Karya yang diusung tim Akbar menghadirkan TRUST System (Transparent, Reliable, and Unified System for Tracking), sebuah sistem pelaporan keuangan sederhana berbasis Microsoft Excel yang dirancang untuk membantu meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola keuangan organisasi mahasiswa.Gagasan tersebut juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan organisasi nirlaba skala kecil terhadap sistem pelaporan yang mudah diterapkan serta selaras dengan standar akuntansi non profit di Indonesia, khususnya ISAK 335. Inovasi ini sekaligus membawa isu pemberdayaan generasi muda dalam membangun tata kelola yang baik (good governance) serta mendukung sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs.Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNG, Dr. Raflin Hinelo, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih Moh. Akbar Ibrahim. Prestasi tersebut dinilai menunjukkan kemampuan mahasiswa FEB UNG untuk menghasilkan gagasan inovatif sekaligus bersaing dalam kompetisi di tingkat internasional.Raflin juga menilai keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kompetisi internasional merupakan bagian penting dari upaya FEB UNG memperkuat kapasitas akademik dan daya saing global mahasiswa.Komitmen tersebut sejalan dengan langkah FEB UNG yang terus mendorong mahasiswa untuk memperluas pengalaman akademik dan membangun kompetensi melalui berbagai kegiatan internasional.Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB UNG, Dr. Melan Angriani Asnawi, S.Pd., M.Si., turut mengapresiasi prestasi yang diraih Akbar. Menurutnya, capaian mahasiswa dalam kompetisi internasional merupakan bagian dari proses pembinaan kemahasiswaan yang mendorong mahasiswa untuk berani mengembangkan potensi dan berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi.Melan menilai prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa FEB UNG lainnya untuk aktif mengikuti kompetisi, mengembangkan kreativitas, serta meningkatkan kemampuan akademik maupun non akademik.Pernyataan tersebut sejalan dengan komitmen bidang kemahasiswaan FEB UNG yang selama ini mendorong mahasiswa untuk mengikuti berbagai kompetisi sebagai bagian dari pengembangan potensi dan daya saing.Dalam kompetisi tersebut, Akbar juga mendapatkan pendampingan dari Hendra Pratama Danial, S.E., M.Ak., dosen Jurusan Akuntansi FEB UNG. Pendampingan dosen menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi kompetisi internasional.Raihan Juara II atau Silver Medal pada 3rd International Student Competition 2026 menjadi tambahan prestasi bagi FEB UNG sekaligus membawa nama Universitas Negeri Gorontalo ke panggung internasional.Capaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa FEB UNG lainnya untuk terus mengembangkan gagasan, meningkatkan kompetensi, dan berani mengambil kesempatan untuk berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.

1.518 Mahasiswa UNG Turun ke 102 Desa, Bawa Misi Generasi Emas Lewat KKN Tematik
09 Aug 2026
11:11 WITA

1.518 Mahasiswa UNG Turun ke 102 Desa, Bawa Misi Generasi Emas Lewat KKN Tematik

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Sebanyak 1.518 mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali diterjunkan ke tengah masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahap II Tahun 2026. Mengusung tema “KKN Tematik Generasi Emas: Pencegahan Narkoba, Stunting, dan Penguatan Pangan Keluarga”, program ini diarahkan untuk menghadirkan kontribusi nyata mahasiswa dalam menjawab berbagai persoalan strategis di masyarakat.Sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian, para mahasiswa terlebih dahulu mengikuti coaching dan pelepasan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan KKN. Pembekalan ini menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memahami tema, menyusun program kerja, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dinamika kehidupan masyarakat di desa.Kepala Pusat KKN UNG, Dr. Rosbin Pakaya, M.Pd., menjelaskan bahwa KKN Tematik Tahap II tahun ini melibatkan 220 Dosen Pendamping Lapangan (DPL). Para mahasiswa akan disebar ke 102 desa yang berada di Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Boalemo, dan Kabupaten Bone Bolango.Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam tiga isu utama, yakni pencegahan narkoba, penanganan stunting, dan penguatan pangan keluarga, diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama berada di bangku kuliah.“Melalui tema yang diangkat, mahasiswa diharapkan mampu menjalankan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing desa. Pendampingan dari DPL juga menjadi bagian penting agar seluruh kegiatan dapat berjalan secara terarah dan memberikan manfaat,” jelas Rosbin.Sementara itu, Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan KKN sekadar kewajiban akademik, tetapi sebagai kesempatan untuk belajar sekaligus memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.Rektor meminta mahasiswa terlebih dahulu memahami karakteristik, potensi, dan kebutuhan masyarakat di lokasi masing-masing sebelum menjalankan program.“Manfaatkan masa KKN ini dengan sebaik-baiknya untuk memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat. Pahami tema dan program kerja, kemudian sesuaikan dengan potensi serta kebutuhan masyarakat di masing-masing desa,” pesan Eduart.Menurutnya, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari sejauh mana mahasiswa mampu membangun hubungan yang baik dan meninggalkan manfaat, yang dapat dilanjutkan masyarakat setelah masa pengabdian berakhir.“Jangan menyikapi KKN sebagai formalitas belaka agar tidak terasa memberatkan. Jalani dengan gembira, penuh semangat, dan rasa tanggung jawab. KKN adalah momentum untuk belajar langsung dari dinamika masyarakat, menimba pengalaman, sekaligus memberikan solusi terhadap persoalan yang ada,” tegasnya.Dengan waktu pengabdian selama 45 hari, ribuan mahasiswa UNG diharapkan mampu menghadirkan berbagai program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Melalui kolaborasi mahasiswa, DPL, pemerintah desa, dan masyarakat, KKN Tematik Tahap II 2026 diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama membangun masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan tangguh menuju terwujudnya Generasi Emas Indonesia.

Warek Bidang Akademik Tegaskan Penguatan Kapasitas Satgas PPKPT, Wujud Nyata UNG Bangun Kampus Bebas Kekerasan
06 Aug 2026
03:38 WITA

Warek Bidang Akademik Tegaskan Penguatan Kapasitas Satgas PPKPT, Wujud Nyata UNG Bangun Kampus Bebas Kekerasan

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Komitmen Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dalam menciptakan lingkungan akademik yang aman kembali ditegaskan. Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, S.Pi., M.Si., menyampaikan bahwa pembentukan dan penguatan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT), merupakan langkah konkret universitas dalam menjalankan amanat Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021.Menurut Hafidz, dengan jumlah mahasiswa dan tenaga kependidikan yang mencapai puluhan ribu orang, UNG mengemban tanggung jawab besar untuk memastikan seluruh sivitas akademika dapat belajar, bekerja, dan beraktivitas dalam suasana yang aman serta bebas dari segala bentuk kekerasan."Keberadaan Satgas PPKPT bukan sekadar memenuhi regulasi, melainkan bentuk tanggung jawab moral universitas," tegasnya, sembari menambahkan bahwa kampus harus menjadi rumah bersama yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan penghormatan terhadap martabat setiap individu.Dalam kesempatan tersebut, Hafidz turut memberikan apresiasi kepada Satgas PPKPT UNG yang selama ini dinilai konsisten bekerja secara profesional, objektif, dan menjunjung tinggi prinsip kerahasiaan dalam setiap proses penanganan laporan.Integritas tinggi yang ditunjukkan Satgas dalam menuntaskan setiap laporan, menurutnya, menjadi fondasi penting bagi tumbuhnya kepercayaan sivitas akademika terhadap sistem perlindungan yang dimiliki universitas.Guna memperkuat kelembagaan Satgas, UNG menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Investigasi bagi anggota Satgas PPKPT. Hafidz optimistis, melalui pelatihan ini kapasitas kelembagaan Satgas akan semakin kuat, adaptif, dan responsif dalam menjalankan fungsi pencegahan maupun penanganan kekerasan di lingkungan kampus.“Upaya semacam ini, menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan UNG untuk menghadirkan ekosistem pendidikan tinggi yang aman, nyaman, inklusif, serta mendukung terciptanya budaya akademik yang sehat dan bermartabat bagi seluruh sivitas akademika. Satgas PPKPT, Wujud Nyata UNG Bangun Kampus Bebas Kekerasan,” tegasnya. (**)

Perkuat Kampus Aman dan Bebas Kekerasan, UNG Tingkatkan Kapasitas Satgas PPKPT
06 Aug 2026
03:34 WITA

Perkuat Kampus Aman dan Bebas Kekerasan, UNG Tingkatkan Kapasitas Satgas PPKPT

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Peningkatan Kapasitas Investigasi Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) UNG yang digelar, Rabu (5/8) di UTC Ballroom Damhil UNG.Mengusung tema "Mewujudkan Lingkungan Universitas Negeri Gorontalo yang Aman, Nyaman, Inklusif, dan Bebas dari Kekerasan", kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemampuan Satgas PPKPT dalam menjalankan tugas pencegahan, penanganan, hingga investigasi berbagai bentuk kekerasan di lingkungan kampus.Kegiatan menghadirkan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Gorontalo, Kombes Pol. Dr. Maruly Pardede, S.H., S.I.K., M.H., sebagai narasumber sekaligus mitra strategis yang memberikan penguatan materi mengenai aspek investigasi dan penanganan kasus secara profesional.Ketua Satgas PPKPT UNG, Dr. Laksmyn Kadir, M.Kes., menjelaskan bahwa pelatihan tersebut dirancang untuk meningkatkan kompetensi anggota Satgas, baik dari sisi pemahaman regulasi maupun keterampilan teknis dalam menangani berbagai dinamika kasus yang mungkin terjadi di lingkungan perguruan tinggi.Menurutnya, penguatan kapasitas menjadi kebutuhan penting agar setiap anggota Satgas mampu menjalankan tugas secara profesional, objektif, serta mengedepankan prinsip perlindungan terhadap korban."Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan, untuk meningkatkan kemampuan investigasi dan penanganan kasus oleh Satgas PPKPT. Kami ingin memastikan setiap anggota memiliki kompetensi yang memadai, sehingga mampu memberikan pelayanan yang profesional, berkeadilan, serta berorientasi pada perlindungan seluruh sivitas akademika," ujar Laksmyn.Ia menambahkan, hingga saat ini UNG telah membangun berbagai instrumen tata kelola yang mendukung pelaksanaan tugas Satgas, mulai dari penyusunan buku pedoman hingga Standard Operating Procedure (SOP) Penanganan Kekerasan yang menjadi acuan dalam setiap proses penanganan kasus.“Kehadiran instrumen tersebut sekaligus memperkuat implementasi tata kelola perguruan tinggi yang baik serta mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas,” pungkasnya.

Rektor UNG Apresiasi Pengukuhan Komisioner KI Pusat 2026–2030, Harapkan Penguatan Keterbukaan Informasi di Era Digital
04 Aug 2026
00:51 WITA

Rektor UNG Apresiasi Pengukuhan Komisioner KI Pusat 2026–2030, Harapkan Penguatan Keterbukaan Informasi di Era Digital

Abdul Wahid Rauf

Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia secara resmi mengambil sumpah jabatan sekaligus mengukuhkan tujuh anggota Komisi Informasi (KI) Pusat periode 2026–2030 dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Ruang Media Center Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Senin (3/8). Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 77/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Komisi Informasi Pusat.Pengukuhan ini menandai dimulainya estafet kepemimpinan baru Komisi Informasi Pusat dalam mengemban amanah untuk memperkuat implementasi keterbukaan informasi publik di Indonesia. Selama lima tahun ke depan, para komisioner akan menjalankan berbagai tugas strategis, mulai dari penyelesaian sengketa informasi publik, penyusunan kebijakan teknis di bidang keterbukaan informasi, hingga memastikan implementasi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik berjalan optimal di tengah pesatnya transformasi digital.Momentum tersebut mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk Universitas Negeri Gorontalo (UNG), yang selama ini berkomitmen mendukung tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berbasis pelayanan publik.Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh anggota Komisi Informasi Pusat periode 2026–2030 atas amanah yang diberikan negara. Menurutnya, kehadiran komisioner baru diharapkan semakin memperkuat budaya keterbukaan informasi, sebagai fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik."Kami mengucapkan selamat kepada seluruh Komisioner Komisi Informasi Pusat periode 2026–2030 yang telah resmi dikukuhkan. Amanah ini memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga hak masyarakat, untuk memperoleh informasi yang terbuka, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Eduart.Lebih lanjut, ia berharap kepemimpinan baru KI Pusat dapat terus menghadirkan berbagai inovasi dalam penguatan implementasi keterbukaan informasi publik, terutama di era digital yang menuntut layanan informasi semakin cepat, mudah diakses, dan terpercaya.Dengan kepemimpinan baru Komisi Informasi Pusat, diharapkan sinergi antara pemerintah, lembaga publik, dan perguruan tinggi semakin kuat dalam membangun ekosistem informasi yang terbuka, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola publik yang modern sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan nasional. (**)

74 Mahasiswa Profesi Ners UNG Ikuti PANUM, Awali Langkah Menjadi Perawat Profesional
03 Aug 2026
05:08 WITA

74 Mahasiswa Profesi Ners UNG Ikuti PANUM, Awali Langkah Menjadi Perawat Profesional

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) UNG memperkuat kualitas pendidikan profesi keperawatan, melalui pelaksanaan Penerimaan Kepaniteraan Umum (PANUM) bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Ners Angkatan XXV. Sebanyak 74 mahasiswa resmi memulai tahapan pendidikan profesi melalui kegiatan yang digelar pada Senin (3/8).Kegiatan yang menjadi gerbang awal sebelum mahasiswa memasuki praktik profesi tersebut, dibuka langsung oleh Dekan FOK UNG, Dr. Hartono Hadjarati, S.Pd., M.Pd., AIFO.P., didampingi Wakil Dekan Bidang Akademik FOK UNG, Dr. Nasrun Pakaya, M.Kep.PANUM menjadi momentum penting dalam membentuk kesiapan akademik, etika, dan profesionalisme mahasiswa sebelum terjun ke berbagai wahana praktik klinik, yang akan dilaksanakan selama 3–15 Agustus 2026. Setelah menyelesaikan tahapan tersebut, mahasiswa akan mengikuti Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) selama satu minggu sebagai bekal kompetensi dasar kegawatdaruratan sebelum menjalani praktik profesi di rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan.Dekan FOK UNG, Dr. Hartono Hadjarati, menegaskan bahwa Kepaniteraan Umum bukan sekadar kegiatan orientasi, tetapi merupakan proses pembentukan karakter profesional bagi calon perawat. Kepaniteraan Umum menjadi langkah awal bagi mahasiswa Profesi Ners untuk memahami tata laksana pendidikan profesi, etika pelayanan, kedisiplinan, serta tanggung jawab sebagai calon tenaga kesehatan.“Mahasiswa harus memiliki kesiapan akademik, mental, dan keterampilan agar mampu memberikan pelayanan keperawatan yang berkualitas," ujarnya.Menurutnya, profesi perawat menuntut kompetensi yang utuh, tidak hanya dalam penguasaan ilmu dan keterampilan klinis, tetapi juga kemampuan berkomunikasi, empati, integritas, serta tanggung jawab terhadap pasien."Melalui PANUM dan BTCLS, kami berharap mahasiswa semakin siap menghadapi pendidikan profesi, serta mampu menunjukkan kualitas terbaik ketika berada di lahan praktik. FOK UNG berkomitmen menghasilkan lulusan Ners yang kompeten, humanis, berintegritas, dan siap menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat," tambahnya.Sementara itu, Koordinator Program Studi Pendidikan Profesi Ners, Ns. Ibrahim Suleman, S.Kep., M.Kep., menjelaskan bahwa PANUM dirancang sebagai proses transisi mahasiswa dari tahap akademik menuju tahap profesi.Selama dua minggu pelaksanaan, mahasiswa akan memperoleh pembekalan mengenai aturan akademik, tata tertib pendidikan profesi, mekanisme pembimbingan, capaian kompetensi, hingga berbagai aspek teknis yang akan dihadapi selama praktik klinik."PANUM menjadi fondasi penting sebelum mahasiswa memasuki setiap stase profesi. Kami ingin memastikan seluruh mahasiswa memahami sistem pendidikan profesi, memiliki kesiapan akademik dan mental, serta mampu menjalankan praktik keperawatan secara profesional sesuai standar kompetensi," jelas Ibrahim.Melalui penyelenggaraan PANUM, UNG berkomitmen untuk menghasilkan tenaga kesehatan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter pelayanan yang humanis dan profesional. Dengan pembekalan yang komprehensif sejak awal pendidikan profesi, lulusan Ners UNG diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta menjawab tantangan dunia kesehatan yang terus berkembang.

PKKMB UNG 2026 Resmi Perkenalkan Logo dan Maskot, Simbol Semangat Kampus Kerakyatan yang Berdampak
31 Jul 2026
08:41 WITA

PKKMB UNG 2026 Resmi Perkenalkan Logo dan Maskot, Simbol Semangat Kampus Kerakyatan yang Berdampak

Abdul Wahid Rauf

Universitas Negeri Gorontalo (UNG) secara resmi memperkenalkan logo dan maskot Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UNG 2026, sebagai identitas yang akan mewarnai seluruh rangkaian pelaksanaan PKKMB tahun ini. Peluncuran logo dan maskot tersebut menjadi penanda dimulainya semangat baru bagi ribuan mahasiswa baru, yang akan bergabung menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Negeri Gorontalo.Mengusung tema "UNG Kampus Kerakyatan, Berdampak untuk Semua", logo dan maskot PKKMB 2026 merepresentasikan komitmen UNG dalam membangun kampus yang inklusif, adaptif, dan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pendidikan, penelitian, pengabdian, serta kolaborasi yang berkelanjutan.Pada PKKMB tahun ini, Hulo dan Langi tampil sebagai maskot resmi yang akan menemani seluruh rangkaian kegiatan mahasiswa baru. Keduanya hadir sebagai representasi nilai-nilai keberanian, persatuan, optimisme, dan semangat untuk terus belajar serta berkembang.Hulo dan Langi tidak hanya menjadi karakter visual, tetapi juga membawa pesan bahwa setiap mahasiswa baru memiliki kesempatan yang sama, untuk mengembangkan potensi diri, membangun prestasi, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.Melalui kehadiran kedua maskot tersebut, mahasiswa baru diharapkan mampu memulai perjalanan akademik dengan penuh percaya diri, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, menghargai keberagaman, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.Melalui logo dan maskot PKKMB 2026 ini, UNG kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan proses pengenalan kehidupan kampus yang edukatif, inspiratif, dan membangun karakter. PKKMB UNG 2026 diharapkan menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal budaya akademik kampus sekaligus mempersiapkan diri menjadi generasi unggul yang siap berkarya, berprestasi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat sesuai semangat "UNG Kampus Kerakyatan, Berdampak untuk Semua."

UNG Mengukuhkan Ratusan Lulusan pada Prosesi Wisuda ke-62
31 Jul 2026
00:50 WITA

UNG Mengukuhkan Ratusan Lulusan pada Prosesi Wisuda ke-62

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menorehkan langkah penting, dalam mencetak ratusan sumber daya manusia berkualitas melalui pelaksanaan Wisuda ke-62. Sebanyak 700 lulusan dari berbagai program studi resmi dikukuhkan dalam prosesi akademik yang berlangsung khidmat, menandai lahirnya generasi baru yang siap berkarya dan mengabdi bagi masyarakat.Wisudawan yang dikukuhkan berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari program diploma, sarjana, profesi, magister maupun doktor. Prosesi wisuda dipimpin langsung oleh Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., serta dihadiri jajaran pimpinan universitas, senat akademik, keluarga wisudawan, dan para tamu undangan yang turut menjadi saksi keberhasilan para lulusan menuntaskan perjalanan akademiknya.Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti Auditorium UNG ketika satu per satu lulusan dikukuhkan. Tepuk tangan keluarga dan sivitas akademika menjadi bentuk apresiasi atas perjuangan panjang para mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan tinggi di Kampus Kerakyatan.Dalam sambutannya, Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menegaskan bahwa wisuda bukanlah garis akhir dari perjalanan, melainkan awal dari babak baru untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat."Hari ini bukan akhir dari perjuangan, tetapi awal dari pengabdian. Ilmu yang diperoleh selama di bangku kuliah harus menjadi bekal untuk menghadirkan inovasi, solusi, dan karya nyata bagi masyarakat, daerah, dan bangsa," ujar Rektor.Menurutnya, lulusan UNG harus mampu menjadi insan yang adaptif terhadap perubahan, memiliki integritas, serta mampu bersaing di tengah dinamika global yang terus berkembang. Tantangan masa depan membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kreativitas, dan kepedulian sosial.Rektor juga mengajak seluruh lulusan untuk terus menjaga nama baik almamater melalui dedikasi dan prestasi di berbagai bidang profesi. Ia meyakini bahwa keberhasilan para alumni akan menjadi cerminan kualitas pendidikan yang dibangun Universitas Negeri Gorontalo."Jadilah agen perubahan di mana pun berada. Bangun karya, ciptakan inovasi, dan berikan manfaat bagi masyarakat sesuai dengan bidang keilmuan yang dimiliki. Itulah makna sesungguhnya dari sebuah pendidikan tinggi," pesannya.Rektor menuturkan momentum wisuda ke-62 menjadi bukti konsistensi UNG dalam menjalankan misinya, sebagai perguruan tinggi yang melahirkan lulusan berdaya saing dan berkarakter. Selain membekali mahasiswa dengan kompetensi akademik dan profesional, UNG juga terus menanamkan nilai-nilai integritas, kepemimpinan, kolaborasi, serta semangat pengabdian yang menjadi fondasi dalam menghadapi tantangan dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat. (**)

Gandeng Organisasi IDI, TBM Cutaneus Fakultas Kedokteran UNG Layani Ratusan Anak pada Sirkumsisi Massal di Kabupaten Gorontalo
30 Jul 2026
04:43 WITA

Gandeng Organisasi IDI, TBM Cutaneus Fakultas Kedokteran UNG Layani Ratusan Anak pada Sirkumsisi Massal di Kabupaten Gorontalo

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Semangat pengabdian kepada masyarakat kembali ditunjukkan, melalui sinergi antara organisasi profesi kedokteran dan perguruan tinggi. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Gorontalo bersama Tim Bantuan Medis (TBM) Cutaneus Fakultas Kedokteran UNG menggelar Bakti Sosial Sirkumsisi Massal di Puskesmas Pilohayanga, Kabupaten Gorontalo, Minggu (26/7/).Kegiatan kemanusiaan tersebut mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Sekitar 100 anak memperoleh layanan sirkumsisi secara gratis melalui penanganan tim medis yang profesional. Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan yang aman, berkualitas, dan mudah dijangkau, sekaligus memperkuat kolaborasi antara organisasi profesi, fasilitas pelayanan kesehatan, dan institusi pendidikan.Dalam pelaksanaannya, TBM Cutaneus FK UNG menerjunkan tim medis yang dipimpin oleh dr. Rizky Asri, Sp.B. sebagai dokter penanggung jawab. Tim juga diperkuat oleh dr. Randi Mokodoto, dr. Bryan Achmad Otoluwa, dan dr. Dean Gusti Daniel Purba, S.Ked., bersama anggota TBM Cutaneus yang berperan aktif dalam seluruh rangkaian pelayanan.Tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran klinis bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran UNG. Mahasiswa yang tergabung dalam TBM Cutaneus terlibat langsung dalam berbagai tahapan pelayanan, mulai dari skrining peserta, persiapan tindakan, sterilisasi peralatan, pendampingan selama prosedur sirkumsisi, hingga observasi pascatindakan di bawah supervisi tenaga medis profesional.Ketua Umum TBM Cutaneus FK UNG, Muh. Syahrul Ramadhan, mengatakan bahwa partisipasi organisasi dalam kegiatan sosial merupakan bagian dari komitmen mahasiswa kedokteran untuk terus berkontribusi dalam bidang kesehatan sekaligus memperkuat kerja sama dengan berbagai mitra strategis."Kolaborasi seperti ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar, mengasah keterampilan klinis, serta menumbuhkan jiwa pengabdian sebagai calon tenaga kesehatan," ujarnya.Pelaksanaan bakti sosial berlangsung tertib dengan dukungan penuh dari tenaga kesehatan, mahasiswa, serta berbagai pihak yang terlibat. Antusiasme masyarakat menunjukkan tingginya kebutuhan terhadap layanan kesehatan yang mudah diakses sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi antara organisasi profesi dan perguruan tinggi mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.“Melalui keterlibatan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman praktik lapangan yang sangat berharga dalam mengasah keterampilan klinis, meningkatkan kemampuan bekerja dalam tim, serta menumbuhkan empati dan jiwa pengabdian sebagai calon dokter,” terangnya. Melalui kegiatan ini, FK UNG kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pendidikan, pelayanan, dan pengabdian. Sinergi antara IDI Cabang Kabupaten Gorontalo dan TBM Cutaneus FK UNG diharapkan terus berlanjut sebagai model kolaborasi yang tidak hanya memperluas akses pelayanan kesehatan, tetapi juga mencetak tenaga kesehatan yang kompeten, profesional, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.