Site Logo
Semua Berita
Semua Berita Siaran PersPenelitianPengumumanPengabdianSNPMBKemdikti SaintekUNG BerdampakMBKMSDGsPrestasi MahasiswaKerjasamaKemahasiswaanAkademikAkreditasiUmum
Mahasiswa UNG Siap Mengabdi Lewat KKN Kolaboratif Bersama UGM, Dorong Terwujudnya Desa Cerdas, Sejahtera dan Berkelanjutan
19 Jun 2026
04:01 WITA

Mahasiswa UNG Siap Mengabdi Lewat KKN Kolaboratif Bersama UGM, Dorong Terwujudnya Desa Cerdas, Sejahtera dan Berkelanjutan

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menunjukkan komitmennya, dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui program pengabdian. Sebanyak 38 mahasiswa resmi dilepas untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif UNG–UGM Tahun 2026 yang mengusung tema “Mewujudkan Desa Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan Berbasis Potensi Lokal.”Program kolaboratif yang melibatkan Universitas Negeri Gorontalo dan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat desa melalui penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.Kegiatan coaching dan pelepasan peserta berlangsung secara resmi dengan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, S.Pi., M.Si. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa dibekali berbagai pengetahuan dan keterampilan yang akan menjadi bekal selama menjalankan pengabdian di tengah masyarakat.Kepala Pusat KKN UNG, Dr. Rosbin Pakaya, M.Pd., menjelaskan bahwa para peserta akan melaksanakan program pengabdian di lima desa yang tersebar pada tiga kecamatan di dua kabupaten. Melalui KKN kolaboratif ini, mahasiswa diharapkan mampu berkontribusi dalam pengembangan desa berbasis potensi lokal sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.“Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta KKN, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan inovasi dan solusi bagi berbagai persoalan di desa,” ujar Rosbin.Menurutnya, program ini dirancang untuk memperkuat peran mahasiswa dalam mendukung pembangunan desa melalui pendekatan yang terintegrasi, mulai dari pengembangan ekonomi lokal, transformasi digital, pemberdayaan masyarakat, hingga pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.Dalam arahannya, Prof. Abdul Hafidz Olii, M.Si., menegaskan bahwa KKN merupakan sarana pembelajaran yang sangat penting bagi mahasiswa. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, mahasiswa dapat memahami berbagai dinamika sosial sekaligus mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah.“KKN memberikan pengalaman nyata yang tidak diperoleh di ruang kelas. Mahasiswa harus mampu membangun sinergi dengan pemerintah desa dan masyarakat untuk merancang program yang memberikan manfaat jangka panjang,” ungkap Hafidz.Ia juga menekankan bahwa kegiatan coaching sebelum keberangkatan menjadi bagian penting untuk memastikan mahasiswa siap menghadapi tantangan di lapangan. Berbagai materi pembekalan diberikan, mulai dari strategi pemberdayaan masyarakat, pemetaan potensi desa, penguatan ekonomi berbasis lokal, transformasi digital, hingga pembangunan berkelanjutan.

UNG Berikan Penguatan Akses Studi Lanjut Bagi Dosen Muda
18 Jun 2026
07:12 WITA

UNG Berikan Penguatan Akses Studi Lanjut Bagi Dosen Muda

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus menunjukkan komitmennya, dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Sosialisasi Penguatan Akses Studi Lanjut bagi Dosen yang berlangsung di Ruang Sidang Senat Rektorat UNG.Kegiatan yang diikuti para dosen dari berbagai fakultas ini dibuka langsung oleh Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, S.Pi., M.Si. Hadir sebagai narasumber utama, akademisi terkemuka Prof. Dr. Ir. Noer Azam Achsani, M.S.**, yang berbagi pengalaman, strategi, serta motivasi bagi dosen muda UNG.Dalam sambutannya, Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng.,  menegaskan bahwa studi lanjut merupakan investasi strategis bagi masa depan universitas. Menurutnya, peningkatan kualifikasi akademik dosen akan memberikan dampak langsung terhadap mutu pendidikan, produktivitas riset, serta kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan.“Penguatan kapasitas dosen melalui pendidikan lanjutan merupakan bagian penting dari upaya membangun universitas yang unggul dan berdaya saing. Dosen yang memiliki kompetensi akademik tinggi akan menjadi motor penggerak peningkatan kualitas pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Eduart.Melalui kegiatan ini, para dosen didorong untuk mulai merencanakan studi lanjut secara matang, mulai dari menentukan bidang keilmuan yang akan ditekuni, mempersiapkan topik riset yang relevan, hingga membangun jejaring akademik yang mendukung pengembangan karier mereka.Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Noer Azam Achsani, M.S., dalam pemaparannya memberikan berbagai perspektif mengenai strategi sukses studi lanjut bagi dosen. Ia menekankan bahwa keberhasilan seorang akademisi tidak hanya ditentukan oleh peluang yang tersedia, tetapi juga oleh komitmen, konsistensi, dan kecintaan terhadap dunia ilmu pengetahuan.Dosen perlu memiliki visi yang jelas mengenai bidang keilmuan yang ingin dikembangkan serta fokus dalam membangun kompetensi akademik yang berkelanjutan. Seorang dosen harus mampu bangun komunikasi, terus tingkatkan kapasitas akademik melalui berbagai aktivitas ilmiah, serta terus membangun networking dengan berbagai pihak.Ia juga menyoroti pentingnya publikasi ilmiah sebagai salah satu indikator utama pengakuan akademik di tingkat nasional maupun internasional. Menurutnya, dosen harus aktif membangun kolaborasi penelitian, memperluas jaringan akademik, serta menjalani proses ilmiah dengan kesabaran dan konsistensi. (**)

Dari Dapur ke Dunia Medis: Peneliti UNG Temukan Potensi Daun Pandan untuk Membantu Penyembuhan Luka Bakar
17 Jun 2026
07:34 WITA

Dari Dapur ke Dunia Medis: Peneliti UNG Temukan Potensi Daun Pandan untuk Membantu Penyembuhan Luka Bakar

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Ketika mendengar kata daun pandan, kebanyakan orang mungkin langsung membayangkan aroma harum pada nasi, kue, atau minuman tradisional. Selama ini, tanaman bernama ilmiah Pandanus amaryllifolius itu memang lebih dikenal sebagai penyedap alami dalam berbagai hidangan khas Nusantara. Namun, siapa sangka bahwa tanaman yang akrab di dapur ini ternyata menyimpan potensi besar di bidang kesehatan?Temuan menarik tersebut diungkap melalui penelitian yang dilakukan oleh Mohamad A. Paneo bersama tim peneliti yang terdiri atas Nurain Thomas, Fika N. Ramadhani, Multiani S. Latif, Faradila R. Moo, Lisa E. Puluhulawa, Intan Nusi, dan Angreni Ayuhastuti. Penelitian ini mengkaji pengembangan gel berbahan ekstrak daun pandan sebagai kandidat terapi topikal untuk membantu penyembuhan luka bakar.Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun pandan tidak sekadar menghadirkan aroma khas, tetapi juga memiliki senyawa bioaktif yang berpotensi mendukung proses regenerasi jaringan kulit.Luka Bakar dan Tantangan PenanganannyaLuka bakar merupakan salah satu cedera yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, baik akibat kecelakaan rumah tangga, paparan panas, maupun bahan kimia. Pada kasus luka bakar derajat dua, kerusakan tidak hanya terjadi pada lapisan kulit terluar, tetapi juga mencapai lapisan di bawahnya.Proses penyembuhan luka bakar memerlukan penanganan yang tepat karena luka yang terbuka rentan mengalami infeksi bakteri. Jika tidak ditangani dengan baik, infeksi dapat memperlambat penyembuhan bahkan menyebabkan komplikasi yang lebih serius.Karena itu, pengembangan bahan alami yang aman, efektif, dan mudah diperoleh menjadi salah satu fokus penelitian di bidang farmasi modern.Mengubah Daun Pandan Menjadi Gel Penyembuh LukaDalam penelitian ini, para peneliti menggunakan ekstrak etanol 70 persen daun pandan yang kemudian diformulasikan menjadi gel topikal. Tiga formulasi disiapkan dengan konsentrasi ekstrak berbeda, yaitu 30 persen, 35 persen, dan 40 persen.Setiap formulasi diuji secara menyeluruh untuk menilai kualitas dan kestabilannya. Beberapa parameter yang diamati meliputi tingkat keasaman (pH), viskositas atau kekentalan gel, serta kestabilan selama penyimpanan pada berbagai kondisi suhu.Hasilnya cukup menggembirakan. Seluruh formulasi menunjukkan karakteristik fisik yang stabil dan memenuhi kriteria yang dibutuhkan untuk sediaan gel pada kulit. Artinya, formulasi tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai produk farmasi berbasis bahan alam.Aman bagi KulitSelain efektivitas, aspek keamanan juga menjadi perhatian utama dalam pengembangan produk kesehatan. Untuk itu, peneliti melakukan uji iritasi guna melihat apakah gel dapat menimbulkan reaksi yang tidak diinginkan pada kulit.Selama masa pengamatan, tidak ditemukan tanda-tanda kemerahan maupun pembengkakan pada area aplikasi. Temuan ini menunjukkan bahwa formulasi gel ekstrak daun pandan memiliki kompatibilitas yang baik terhadap kulit dalam kondisi penelitian yang dilakukan.Meskipun demikian, para peneliti menegaskan bahwa pengujian lebih lanjut tetap diperlukan untuk memastikan keamanan penggunaan jangka panjang pada manusia.Konsentrasi Lebih Tinggi, Penyembuhan Lebih CepatSalah satu hasil paling menarik dari penelitian ini adalah kemampuan gel daun pandan dalam mendukung penyembuhan luka bakar.Pada model praklinis yang digunakan, formulasi dengan konsentrasi ekstrak 40 persen menunjukkan proses penutupan luka yang lebih cepat dibandingkan formulasi berkonsentrasi lebih rendah maupun kelompok pembanding.Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun pandan, semakin besar pula potensi efektivitasnya dalam mendukung regenerasi jaringan kulit.Namun, para peneliti mengingatkan bahwa hubungan tersebut masih perlu dikaji lebih mendalam melalui penelitian lanjutan untuk memahami mekanisme biologis yang mendasarinya.Rahasia di Balik Khasiat Daun PandanApa yang membuat daun pandan berpotensi membantu penyembuhan luka?Jawabannya terletak pada kandungan senyawa bioaktif yang dimilikinya. Daun pandan diketahui mengandung flavonoid, tanin, dan polifenol—kelompok senyawa yang telah lama dikenal memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi.Antioksidan berfungsi melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, sedangkan sifat antiinflamasi membantu meredakan peradangan yang sering muncul selama proses penyembuhan luka.Kombinasi kedua aktivitas ini diduga berperan penting dalam mempercepat regenerasi jaringan kulit yang mengalami kerusakan.Melawan Bakteri Penyebab InfeksiTidak hanya membantu penyembuhan, gel ekstrak daun pandan juga menunjukkan aktivitas antibakteri.Penelitian menguji kemampuan gel dalam menghambat pertumbuhan dua bakteri yang sering menyebabkan infeksi luka, yaitu Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa.Hasilnya menunjukkan bahwa formulasi gel mampu menghambat pertumbuhan kedua bakteri tersebut, dengan efek yang lebih kuat terhadap Staphylococcus aureus.Temuan ini membuka peluang baru bagi pemanfaatan daun pandan sebagai sumber senyawa antimikroba alami untuk pengembangan produk perawatan luka di masa depan.Dari Tanaman Tradisional Menuju Inovasi FarmasiMeskipun hasil penelitian ini sangat menjanjikan, para peneliti menegaskan bahwa seluruh temuan masih berada pada tahap praklinis. Sebelum dapat digunakan secara luas dalam layanan kesehatan, formulasi ini masih memerlukan serangkaian penelitian lanjutan, termasuk uji klinis pada manusia dan evaluasi keamanan jangka panjang.Namun demikian, studi ini memberikan gambaran bahwa kekayaan hayati Indonesia menyimpan potensi besar yang belum sepenuhnya tergali. Tanaman sederhana yang selama ini digunakan sebagai pewangi makanan ternyata memiliki peluang untuk berkembang menjadi produk kesehatan bernilai tinggi.Pada akhirnya, penelitian ini mengingatkan kita bahwa inovasi sering kali berawal dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Daun pandan yang biasa hadir di dapur keluarga Indonesia kini menunjukkan potensi untuk melangkah lebih jauh—dari penyedap masakan menuju kandidat terapi penyembuhan luka berbasis bahan alam.(Artikel penelitian ini dipublikasikan melalui laman berikut)

Dosen FPIK UNG Tembus Program Internasional di Tiongkok, Jadi Delegasi Akuakultur Berkelanjutan Dunia
17 Jun 2026
06:24 WITA

Dosen FPIK UNG Tembus Program Internasional di Tiongkok, Jadi Delegasi Akuakultur Berkelanjutan Dunia

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Kiprah akademisi Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di panggung internasional, kembali menorehkan prestasi membanggakan. Dosen Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) UNG, Dr. Arfiani Rizki Paramata, kembali dipercaya mengikuti program internasional bergengsi di Republik Rakyat Tiongkok melalui 2026 Shanghai Summer School on Sustainable Aquaculture yang diselenggarakan oleh Shanghai Ocean University.Program yang berlangsung sepanjang Juni hingga awal Juli 2026 tersebut mempertemukan akademisi dan peneliti muda dari berbagai belahan dunia untuk mendalami isu-isu strategis terkait akuakultur berkelanjutan. Peserta berasal dari kawasan Asia, Eropa, Afrika, Amerika, hingga Timur Tengah.Berdasarkan daftar resmi peserta, hanya 23 peserta dari 25 negara dan institusi internasional yang berhasil lolos mengikuti program ini. Dalam daftar tersebut, Dr. Arfiani tercatat sebagai satu-satunya perwakilan Universitas Negeri Gorontalo sekaligus menjadi salah satu delegasi Indonesia yang memperoleh kesempatan berharga tersebut.Program yang diselenggarakan oleh College of Fisheries and Life Sciences, Shanghai Ocean University menghadirkan berbagai agenda akademik dan praktik lapangan. Para peserta akan mengikuti kuliah pakar, seminar internasional, diskusi ilmiah, kunjungan ke industri akuakultur modern, hingga pengenalan budaya Tiongkok.Lebih istimewa lagi, seluruh pembiayaan peserta ditanggung penuh melalui skema beasiswa yang didukung oleh Shanghai Ocean University dan Pemerintah Kota Shanghai. Beasiswa tersebut mencakup biaya pendidikan, akomodasi, serta seluruh kebutuhan pembelajaran selama program berlangsung.Bagi Arfiani, kesempatan ini memiliki makna yang sangat istimewa. Pasalnya, ini merupakan tahun kedua dirinya memperoleh kesempatan belajar dan memperluas jejaring internasional di Tiongkok melalui program beasiswa bergengsi.“Saya sangat bersyukur karena tahun ini kembali diberi kesempatan untuk belajar di Tiongkok melalui program beasiswa internasional. Tahun lalu saya mengikuti program yang diselenggarakan oleh Kementerian Sains dan Teknologi Tiongkok (MOST), dan tahun ini memperoleh kesempatan melalui beasiswa yang didukung Pemerintah Shanghai dan Shanghai Ocean University,” ungkapnya.Menurutnya, pengalaman internasional tersebut tidak hanya memperkaya wawasan akademik di bidang perikanan dan akuakultur, tetapi juga membuka peluang kolaborasi riset dan kerja sama internasional yang dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan sektor perikanan dan kelautan Indonesia, khususnya di Provinsi Gorontalo.Ia berharap ilmu, pengalaman, serta jejaring global yang diperoleh selama mengikuti program ini dapat menjadi kontribusi nyata bagi penguatan pendidikan, penelitian, dan inovasi di lingkungan FPIK UNG.Keikutsertaan Dr. Arfiani dalam program internasional ini mendapat dukungan penuh dari Rektor UNG, Prof. Dr. Eduart Wolok, S.T., M.T., sebagai bagian dari komitmen universitas, dalam mendorong peningkatan kapasitas dosen melalui penguatan jejaring akademik global.Menurutnya keikutsertaan ini semakin mengukuhkan posisi UNG dalam jejaring akademik internasional, khususnya di bidang perikanan dan kelautan. Keberhasilan akademisi FKTP menembus program internasional bergengsi ini menjadi bukti bahwa akademisi UNG mampu bersaing dan berkontribusi di level global.“Prestasi tersebut sekaligus mempertegas komitmen UNG dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi serta memperluas jejaring kolaborasi internasional demi menghadirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat,” pungkasnya. (**)

Webinar SIGAP NUSA Tekankan Kesiapsiagaan Tenaga Kesehatan Hadapi Bencana
17 Jun 2026
05:08 WITA

Webinar SIGAP NUSA Tekankan Kesiapsiagaan Tenaga Kesehatan Hadapi Bencana

Rachmad Hidayah

Gorontalo – Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Gorontalo menyelenggarakan Webinar Kebencanaan SIGAP NUSA (Sinergi Generasi Adaptif Penanggulangan Bencana Nusantara) dengan tema “Dari Gorontalo untuk Indonesia: Membangun Tenaga Kesehatan yang Adaptif, Responsif, dan Tanggap Bencana.” Kegiatan yang digelar secara daring pada Minggu 14 Juni 2026 tersebut diikuti oleh 808 peserta dari 122 instansi di berbagai daerah di Indonesia.Ketua Panitia, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes, dalam laporannya menyampaikan bahwa webinar ini merupakan bagian dari komitmen FK UNG dalam bidang kegawatdaruratan dan kebencanaan yang menjadi salah satu keunggulan institusi.“Webinar kebencanaan diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran UNG dan IDI Wilayah Gorontalo. FK UNG menyelenggarakan kegiatan ini karena keunggulan FK UNG adalah kegawatdaruratan dan bencana,” ujarnya.Ia menjelaskan bahwa para pemateri yang hadir merupakan mitra yang selama ini telah menjalin kerja sama dengan FK UNG dalam berbagai program pengembangan kapasitas kebencanaan.“Partisipasi pemateri pada hari ini adalah rata-rata yang sudah menjalin kerja sama dengan FK UNG,” katanya.Menurut Zuhriana, FK UNG selama ini aktif berkontribusi dalam berbagai respons kebencanaan di Provinsi Gorontalo maupun daerah lain. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari pengabdian institusi dalam mendukung upaya penanggulangan bencana.“Beberapa kegiatan FK yang sudah dilaksanakan untuk memberikan kontribusi pada kebencanaan yaitu turun serta dalam segala tanggap darurat bencana di Provinsi Gorontalo,” ungkapnya.Ia berharap materi yang disampaikan dalam webinar dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat luas, khususnya tenaga kesehatan.“Kami dari panitia sangat berharap materi ini menjadi edukasi bagi seluruh masyarakat, terutama bagi tenaga kesehatan yang bisa mampu nantinya akan lebih siap menghadapi bencana,” tuturnya.Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., dalam sambutannya menegaskan bahwa kesiapsiagaan terhadap bencana merupakan kebutuhan penting, terutama bagi generasi muda.“Tentu, terkait dengan tanggap bencana ini merupakan sebuah kebutuhan buat kita terutama juga generasi muda saat ini. Kenapa dikatakan demikian, karena berkali-kali kita sudah diingatkan pada saat ketika ada bencana, baik itu di Gorontalo atau wilayah Indonesia, kita menunjukkan penyikapan untuk mengatasi bencana dengan baik. Tetapi untuk waspada terhadap bencana itu terkadang yang harus lebih kita tingkatkan. Artinya bagaimana kita merespon, kita mempersiapkan terutama mulai dari segi peringatan dan sebagainya. Tentu ini perlu untuk terus diingatkan dan dibangun kesadaran ini terkait dengan kesadaran untuk tanggap bencana karena jauh lebih baik kita sudah bisa mempersiapkan diri sebelum bencana itu datang daripada ketika saat bencana sudah datang, tentu effort-nya akan lebih besar,” ujar Eduart.Menurutnya, kegiatan edukatif seperti webinar memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi kebencanaan masyarakat.“Lewat kegiatan webinar seperti ini tentu akan memberikan pemahaman keilmuan dan wawasan buat kita semua terkait penyikapan kita terhadap bencana. Karena lazimnya bencana pasti sudah didahului dengan pertanda, peringatan dan sebagainya. Kemudian bagaimana pola atau alur kita menyikapi terhadap bencana itu, ini yang memang harus lebih terus kita share ke semua pihak agar kita siap,” katanya.Ia menambahkan bahwa perubahan iklim global menyebabkan pola bencana semakin dinamis dan sulit diperkirakan, sehingga diperlukan respons yang lebih adaptif dari seluruh elemen masyarakat.“Karena sebagaimana kita ketahui dengan perubahan iklim yang sedang melanda dunia saat ini, terkadang bencana itu bisa datang dengan tiba-tiba dan juga tidak sebagaimana siklus yang lazimnya kita perhitungkan. Tentu dengan dinamika kebencanaan seperti ini, dibutuhkan respon dari kita juga yang lebih adaptif terhadap dinamika bencana yang saat ini kita hadapi,” lanjutnya.Dalam kesempatan tersebut, Eduart juga menyoroti kontribusi FK UNG dalam berbagai misi kemanusiaan dan penanganan bencana di tingkat nasional.“Kita ketahui bersama Fakultas Kedokteran UNG juga menitikberatkan keunggulannya terhadap tanggap kedaruratan bencana dan itu sudah kita tunjukkan dengan ikut berpartisipasi secara aktif di berbagai musibah bencana yang terjadi di wilayah Indonesia, bahkan kemarin sampai ke Aceh pun kita ikut terlibat. Tentu ini merupakan bentuk respon positif daripada FK UNG dan juga Universitas Negeri Gorontalo terhadap kondisi kebencanaan,” ungkapnya.Ia berharap webinar ini menjadi awal dari kolaborasi dan pertukaran pengetahuan yang lebih luas terkait kebencanaan.“Dan ke depan tentu dengan adanya webinar yang saya yakin ini bukan webinar yang terakhir tetapi ini merupakan awal dari sharing-sharing kita ke depan terkait penyikapan kita akan kebencanaan ini menjadi sangat penting. InsyaAllah dengan ini kita bisa lebih responsif adaptif terhadap bencana dan tentunya tujuan akhirnya selain membantu pemulihan lebih cepat, tetapi yang tidak kalah penting adalah memitigasi korban kebencanaan yang lebih minim, tentu itu harapan kita semua,” tutupnya.Webinar menghadirkan sejumlah narasumber nasional, di antaranya Plt. Deputi Bidang Pencegahan BNPB Drs. Pangarso Suryotomo, M.M.B., Ketua Tim Kerja Tanggap Darurat dan Klaster Kesehatan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan Budiman, SKM., M.Kes., Ketua Lembaga Kemanusiaan dan Tanggap Bencana PB IDI dr. Muhammad Iqbal El Mubarak, Sp.B., serta Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas II Gorontalo Dr. Andri Wijaya Bidang S.Si., M.Si.Materi yang disampaikan mencakup penguatan sistem tenaga cadangan kesehatan, peran organisasi profesi dalam respons kemanusiaan, hingga potensi ancaman gempa bumi dan tsunami di Gorontalo. Para pemateri menekankan pentingnya peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, kolaborasi lintas sektor, serta literasi kebencanaan sebagai langkah strategis untuk mengurangi risiko korban dan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.

Pendaftaran Wisuda ke-62 UNG Resmi Dibuka, Kuota Hanya 700 Wisudawan
15 Jun 2026
08:24 WITA

Pendaftaran Wisuda ke-62 UNG Resmi Dibuka, Kuota Hanya 700 Wisudawan

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Kabar gembira bagi mahasiswa tingkat akhir Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Pendaftaran Wisuda ke-62 resmi dibuka mulai 15 Juni 2026, memberikan kesempatan bagi para calon lulusan untuk segera mengakhiri perjalanan akademiknya dan melangkah menuju dunia profesional.Universitas Negeri Gorontalo melalui Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Perencanaan (BAKP) mengumumkan bahwa pendaftaran wisuda terbuka bagi seluruh mahasiswa program diploma, profesi, sarjana, hingga pascasarjana yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan akademik.Kepala BAKP UNG, Darman, S.Kom., M.Ap., menjelaskan bahwa salah satu syarat utama untuk mengikuti wisuda adalah mahasiswa telah dinyatakan menyelesaikan seluruh kewajiban akademik sesuai ketentuan universitas.“Pendaftaran wisuda ke-62 terbuka untuk seluruh mahasiswa tingkat akhir dari berbagai jenjang pendidikan yang telah menyelesaikan seluruh proses akademik di UNG,” ujar Darman.Untuk memudahkan proses administrasi, pendaftaran wisuda dilakukan secara daring melalui laman https://siat.ung.ac.id. Sistem pendaftaran online ini diharapkan dapat memberikan layanan yang lebih cepat, mudah, dan efisien bagi calon wisudawan.Namun demikian, calon peserta wisuda perlu bergerak cepat. Pada pelaksanaan Wisuda ke-62 kali ini, UNG menyediakan kuota sebanyak 700 kursi wisudawan. Pendaftaran akan ditutup secara otomatis apabila jumlah pendaftar telah mencapai batas kuota yang tersedia.Darman mengimbau para mahasiswa yang memenuhi syarat agar segera melakukan pendaftaran, serta melengkapi seluruh dokumen yang dipersyaratkan sesuai petunjuk yang telah disediakan. Keterlambatan dalam melengkapi berkas dapat berpengaruh terhadap keikutsertaan dalam prosesi wisuda.Wakil rektor bidang akademik, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, M.Si., mengatakan wisuda bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan momentum bersejarah yang menandai berakhirnya perjalanan akademik sekaligus awal dari pengabdian dan kontribusi lulusan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, setiap calon wisudawan diharapkan mempersiapkan seluruh tahapan administrasi dengan baik agar dapat mengikuti prosesi kelulusan tanpa kendala.“Dengan dibukanya pendaftaran Wisuda ke-62, UNG kembali bersiap melahirkan generasi lulusan baru yang kompeten, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa. Momen ini sekaligus menjadi bukti keberhasilan mahasiswa dalam menuntaskan perjuangan akademik dan membuka lembaran baru menuju masa depan yang lebih cerah,” pungkasnya. (**)

Riset Peneliti Fakultas Kedokteran Ungkap Pengetahuan Gizi Dan Pola Asuh Orang Tua Jadi Salah Satu Kunci Cegah Stunting
15 Jun 2026
05:23 WITA

Riset Peneliti Fakultas Kedokteran Ungkap Pengetahuan Gizi Dan Pola Asuh Orang Tua Jadi Salah Satu Kunci Cegah Stunting

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Stunting masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar yang dihadapi Indonesia. Selama ini, banyak orang menganggap stunting hanya sebagai kondisi tubuh anak yang lebih pendek dibandingkan teman seusianya. Padahal, dampak stunting jauh lebih kompleks dan dapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa depan.Secara medis, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis yang berlangsung dalam waktu lama, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yakni sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Kondisi ini tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan otak, kemampuan belajar, serta meningkatkan risiko penyakit kronis ketika anak dewasa.Karena itu, upaya menurunkan angka stunting tidak lagi hanya berfokus pada penyediaan makanan tambahan atau bantuan pangan. Para ahli kini menyadari bahwa akar persoalan stunting juga berada di dalam rumah tangga, terutama terkait pengetahuan gizi dan pola pengasuhan orang tua.Temuan ini diperkuat oleh penelitian yang dilakukan tim peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo yang terdiri atas Amelia Oktaviani Noe, Cecy Rahma Karim, Sri Manovita Pateda, Sri Andriani Ibrahim, dan Isman Jusuf. Penelitian tersebut dilaksanakan di Desa Tabumela, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo, pada tahun 2025.Melalui pendekatan observasional analitik dengan desain cross-sectional, para peneliti melibatkan 69 responden untuk melihat hubungan antara pengetahuan gizi, pola asuh, dan kejadian stunting pada balita. Hasilnya cukup mengkhawatirkan: sebanyak 42 persen balita di desa tersebut teridentifikasi mengalami stunting.Angka ini menunjukkan bahwa hampir setengah anak di wilayah penelitian menghadapi risiko gangguan pertumbuhan yang dapat berdampak hingga masa dewasa.Ketika Pengetahuan Gizi Menentukan Masa Depan AnakSalah satu temuan terpenting dari penelitian ini adalah adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan gizi orang tua dan kejadian stunting. Analisis statistik menunjukkan nilai signifikansi p = 0,003 dengan korelasi positif yang cukup kuat.Artinya, semakin baik pemahaman orang tua tentang gizi, semakin kecil kemungkinan anak mengalami stunting.Pengetahuan gizi mencakup banyak hal, mulai dari pentingnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan, pemilihan makanan pendamping ASI (MPASI) yang tepat, hingga pemahaman mengenai kebutuhan nutrisi anak sesuai usia.Sebaliknya, kurangnya pengetahuan dapat menimbulkan berbagai kesalahan pengasuhan yang berdampak jangka panjang. Misalnya, pemberian MPASI terlalu dini, makanan yang tidak seimbang gizinya, atau kurangnya perhatian terhadap masa emas 1.000 HPK.Menariknya, penelitian ini menunjukkan bahwa ibu dengan pengetahuan gizi yang baik tetap mampu memenuhi kebutuhan nutrisi anak meskipun berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. Dengan kata lain, pengetahuan sering kali menjadi modal penting yang dapat mengurangi dampak keterbatasan ekonomi.Pola Asuh: Lebih dari Sekadar Memberi MakanSelain pengetahuan gizi, penelitian juga menemukan bahwa pola asuh orang tua memiliki pengaruh signifikan terhadap kejadian stunting, dengan nilai signifikansi p = 0,014.Pola asuh tidak hanya berkaitan dengan bagaimana orang tua memberi makan anak, tetapi juga mencakup kebiasaan menjaga kebersihan, memantau pertumbuhan anak, hingga kedisiplinan membawa balita ke Posyandu atau fasilitas kesehatan.Orang tua dengan pola asuh yang kurang baik cenderung membiarkan anak mengonsumsi jajanan tidak sehat, kurang memperhatikan variasi menu makanan, atau terlambat mencari bantuan kesehatan saat anak mengalami gangguan pertumbuhan.Sebaliknya, pola asuh yang baik dapat membantu memastikan anak memperoleh asupan gizi yang cukup, lingkungan yang sehat, serta pemantauan tumbuh kembang secara rutin.Pendidikan dan Ekonomi Masih Menjadi TantanganPenelitian ini juga menggambarkan kondisi sosial ekonomi masyarakat di wilayah penelitian. Mayoritas responden merupakan ibu rumah tangga berusia produktif dengan tingkat pendidikan dominan lulusan sekolah dasar dan sekolah menengah atas.Dari sisi ekonomi, sebagian besar keluarga memiliki pendapatan antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta per bulan. Kondisi ini menunjukkan bahwa keterbatasan ekonomi masih menjadi tantangan dalam pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.Namun demikian, hasil penelitian menegaskan bahwa faktor ekonomi bukan satu-satunya penentu. Pengetahuan dan pola pengasuhan yang tepat dapat menjadi pelindung penting bagi tumbuh kembang anak.Melawan Stunting dari HuluTemuan penelitian ini memberikan pesan penting bahwa penanganan stunting tidak dapat dilakukan hanya melalui bantuan pangan sesaat. Upaya pencegahan harus dimulai dari peningkatan kapasitas keluarga, terutama ibu, sebagai pengasuh utama anak.Program edukasi gizi, kelas parenting, pendampingan selama masa kehamilan, serta penguatan peran Posyandu menjadi strategi yang perlu terus diperkuat. Selain itu, pemanfaatan pangan lokal bergizi dan terjangkau juga dapat menjadi solusi berkelanjutan bagi masyarakat.Pada akhirnya, mencegah stunting berarti melindungi masa depan bangsa. Anak yang tumbuh sehat dan optimal memiliki peluang lebih besar untuk menjadi generasi yang cerdas, produktif, dan mampu bersaing di masa depan. Karena itu, perjuangan melawan stunting sesungguhnya dimulai dari rumah—melalui pengetahuan, pengasuhan, dan kepedulian orang tua terhadap tumbuh kembang anak.(Artikel penelitian ini dipublikasikan melalui laman berikut)

Gelar Pengabdian Di Sekolah, Mahasiswa Profesi Dokter Berikan Edukasi Mitigasi Gempa dan Pertolongan Pertama
15 Jun 2026
00:52 WITA

Gelar Pengabdian Di Sekolah, Mahasiswa Profesi Dokter Berikan Edukasi Mitigasi Gempa dan Pertolongan Pertama

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Upaya meningkatkan kesiapsiagaan bencana sejak usia dini terus dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG). Kali ini, mahasiswa Profesi Dokter stase Ilmu Kedokteran Kegawatdaruratan dan Kebencanaan (IKKB) menggelar sosialisasi mitigasi gempa bumi dan penanganan awal korban bencana di MTsN 1 Kota Gorontalo.Kegiatan edukatif yang berlangsung di aula MTsN 1 Kota Gorontalo tersebut disambut antusias oleh para siswa. Tidak hanya mendapatkan materi teori, para peserta juga diajak mempraktikkan secara langsung langkah-langkah penyelamatan diri dan pertolongan pertama saat terjadi bencana.Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat sekaligus implementasi pembelajaran kebencanaan bagi mahasiswa profesi dokter. Mengingat Indonesia berada di kawasan Ring of Fire, edukasi mitigasi bencana dinilai menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat, khususnya generasi muda.Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa profesi dokter memberikan pemahaman mengenai langkah-langkah mitigasi sebelum, saat, dan setelah terjadi gempa bumi. Materi disampaikan secara interaktif sehingga mudah dipahami dan diikuti oleh para siswa.Para peserta memperoleh pengetahuan tentang pentingnya mengenali jalur evakuasi, menentukan titik kumpul aman, hingga teknik melindungi diri ketika gempa terjadi. Selain itu, siswa juga dibekali keterampilan dasar penanganan korban bencana, seperti teknik bebat tekan untuk menghentikan perdarahan, pemasangan bidai pada cedera tulang, serta cara evakuasi korban secara sederhana.Wakil Dekan FK UNG, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, menegaskan bahwa edukasi kebencanaan perlu ditanamkan sejak usia sekolah agar peserta didik memiliki kesiapsiagaan dan kemampuan bertindak cepat dalam situasi darurat.“Melalui kegiatan ini, mahasiswa profesi dokter tidak hanya belajar secara klinis di rumah sakit, tetapi juga berperan aktif dalam pengabdian masyarakat melalui edukasi kesehatan dan kebencanaan,” ujarnya.Menurutnya, keterampilan dasar pertolongan pertama dan pemahaman mitigasi bencana dapat menjadi bekal penting bagi siswa untuk melindungi diri sendiri maupun membantu orang lain ketika terjadi keadaan darurat.Sementara itu, Kepala MTsN 1 Kota Gorontalo, Dr. H. Rommy Bau, S.Ag., M.Pd.I., memberikan apresiasi atas inisiatif FK UNG yang menghadirkan edukasi kebencanaan di lingkungan sekolah. Ia menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapan siswa menghadapi potensi bencana. (**)

Dihadapan Siswa Sekolah, Dosen Farmasi Kenalkan Khasiat Ikan Hulu'u Danau Limboto untuk Penyembuhan Luka
11 Jun 2026
03:04 WITA

Dihadapan Siswa Sekolah, Dosen Farmasi Kenalkan Khasiat Ikan Hulu'u Danau Limboto untuk Penyembuhan Luka

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Di balik ketenangan Danau Limboto yang membentang di jantung Provinsi Gorontalo, tersimpan kekayaan hayati yang selama ini belum banyak dikenal masyarakat luas. Salah satunya adalah ikan Hulu'u — ikan lokal yang kini mulai menarik perhatian dunia ilmu pengetahuan karena potensinya dalam mendukung proses penyembuhan luka.Pada Rabu (10/6), dosen Jurusan Farmasi Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo (FOK UNG) hadir langsung ke SMA Negeri 1 Paguyaman untuk memperkenalkan potensi luar biasa ikan lokal ini kepada para siswa melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat .Siapa sangka ikan yang hidup di Danau Limboto ini menyimpan kandungan istimewa? Ikan Hulu'u atau Giuris margaritacea ternyata kaya akan albumin — sejenis protein yang memiliki peran penting dalam proses regenerasi jaringan tubuh.Dalam sesi edukasi tersebut, para siswa diajak memahami bagaimana albumin yang terkandung dalam ikan Hulu'u dapat berpotensi mendukung proses penyembuhan luka bakar dan luka terbuka, membantu mengurangi peradangan, dan menunjang pemulihan jaringan tubuh secara alami. Sebuah temuan yang tidak hanya menarik secara ilmiah, tetapi juga sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Gorontalo sehari-hari.Ketua tim pengabdian, Apt. Mohomad Aprianto Paneo, M.Farm., menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari keinginan, untuk mendekatkan ilmu pengetahuan dengan potensi lokal yang ada di sekitar masyarakat Gorontalo. Melalui kegiatan pengabdian ini, akademisi UNG ingin memberikan edukasi kepada siswa bahwa Gorontalo memiliki sumber daya lokal yang potensial, salah satunya ikan Hulu'u dari Danau Limboto.“Kandungan albumin pada ikan ini menjadi hal menarik untuk dikenalkan karena memiliki peran penting dalam mendukung proses regenerasi jaringan dan penyembuhan luka,” ujarnya.Ia juga menekankan bahwa pengenalan potensi ikan lokal kepada siswa merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran ilmiah sejak dini, sekaligus mengajak generasi muda tidak hanya mengenal kekayaan hayati daerahnya, tetapi juga memahami bagaimana ilmu farmasi dan kesehatan dapat mengkaji dan mengembangkan manfaat bahan alam bagi masyarakat.Suasana kegiatan berlangsung hidup dan penuh semangat. Para siswa SMA Negeri 1 Paguyaman terlihat antusias mengikuti pemaparan materi, mengajukan pertanyaan, dan berdiskusi tentang ikan Hulu'u, kandungan albumin, serta kaitannya dengan proses penyembuhan luka — topik yang terasa baru namun langsung menyentuh kehidupan nyata mereka.“Seluruh tim berharap para siswa kelak memahami bahwa potensi daerah bukan hanya kekayaan yang perlu dijaga, tetapi juga ilmu yang bisa dikembangkan untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” pungkasnya. (**)

Karyanya Tembus Jurnal SINTA 2, Mahasiswa Bimbingan Konseling UNG Temukan Solusi Atasi Burnout Akademik
11 Jun 2026
01:57 WITA

Karyanya Tembus Jurnal SINTA 2, Mahasiswa Bimbingan Konseling UNG Temukan Solusi Atasi Burnout Akademik

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Tekanan akademik, deadline tugas yang menumpuk, hingga rasa lelah yang tak kunjung hilang - fenomena academic burnout kini menjadi ancaman nyata bagi jutaan mahasiswa di seluruh Indonesia. Melihat realita ini, seorang mahasiswa Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo (FIP UNG) tidak hanya diam — ia bergerak, meneliti, dan menghadirkan solusi nyata yang kini telah diakui di tingkat nasional.Moh. Alwi Hasan, mahasiswa BK FIP UNG, berhasil mempublikasikan artikel ilmiahnya pada Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan (JPBPP) yang diterbitkan oleh Universitas Negeri Malang dan terindeks SINTA 2 — Volume 6 Nomor 8 Tahun 2026.Artikel yang ia tulis berjudul "From Academic Pressure to Preventive Self-Help: Development of Academic Burnout Mitigation Guide for Students" — sebuah karya inovatif yang menawarkan panduan mitigasi burnout akademik berbasis self-help bagi mahasiswa.Melalui penelitian ini, Alwi merancang sebuah media preventif yang membantu mahasiswa untuk, mengenali gejala burnout akademik sejak dini, mengelola tekanan selama proses perkuliahan, menerapkan strategi pencegahan secara mandiri, dan menjaga kesehatan mental dan keberhasilan studi.Di tengah meningkatnya kasus burnout akademik pascapandemi, karya ini hadir sebagai jawaban strategis yang tidak hanya bernilai ilmiah, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan psikologis mahasiswa.Yang membuat pencapaian ini semakin membanggakan adalah bahwa ini bukan kali pertama nama Alwi tercatat dalam jurnal bereputasi. Sebelumnya, ia juga telah berhasil menerbitkan artikel berjudul "Inclusive-Counsel: Website-Based Inclusive Guidance and Counseling Service Design for Students with Special Needs" pada Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling Undiksha (JIBK) yang terindeks SINTA 3.Dua publikasi bergengsi dalam satu rekam jejak akademik — sebuah capaian luar biasa yang jarang diraih mahasiswa tingkat sarjana.Keberhasilan Alwi tidak berdiri sendiri. Di baliknya, terdapat peran besar dua dosen pembimbing yang setia mendampingi proses penelitian hingga publikasi: Dr. Tuti Wantu, M.Pd., Kons. dan Permata Sari, S.Pd., M.Pd.Selain itu, Jurusan BK FIP UNG turut berkontribusi melalui penyediaan lingkungan akademik yang kondusif, pendampingan penelitian, serta dukungan moril dan finansial dalam proses publikasi ilmiah - membuktikan bahwa ekosistem riset yang sehat adalah kunci lahirnya karya-karya berkualitas.Dekan FIP UNG, Prof. Dr. Arwildayanto, M.Pd., menyambut keberhasilan publikasi artikel pada jurnal nasional terindeks SINTA 2, menunjukkan kualitas akademik mahasiswa FIP UNG yang mampu bersaing dan berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat nasional.Ia juga menegaskan bahwa fakultas akan terus memberikan dukungan penuh terhadap penguatan budaya riset, inovasi, dan publikasi ilmiah sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing lulusan serta kontribusi nyata bagi dunia pendidikan.“Dari ruang penelitian FIP UNG, Moh. Alwi Hasan membuktikan bahwa mahasiswa bukan hanya penerima ilmu — mereka juga mampu menjadi pencipta solusi bagi tantangan pendidikan masa kini,” terangnya.Artikel penelitian dapat diakses melalui laman berikut https://journal3.um.ac.id/index.php/fip/article/view/8141

Road to Vietnam, Tiga Mahasiswa Manajemen Siap Ukir Prestasi pada International Business Competition 2026
10 Jun 2026
08:51 WITA

Road to Vietnam, Tiga Mahasiswa Manajemen Siap Ukir Prestasi pada International Business Competition 2026

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Tiga mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) berhasil menembus jajaran Top 30 Global Finalists, pada ajang bergengsi International Business Competition (IBC) Season 4 Tahun 2026. Mahasiswa terbaik tersebut akan berkompetisi, pada babak final yang digelar di University of Economics Ho Chi Minh City, Vietnam.Ketiga mahasiswa tersebut adalah Salsabila A. T. Jermias, Nazwa Ramadhani Latif, dan Safira Zatalia Putri Hikmah. Keberhasilan mereka melaju ke tahap final merupakan pencapaian luar biasa setelah berhasil melewati proses seleksi dan kurasi ketat yang melibatkan peserta dari berbagai negara.International Business Competition merupakan kompetisi internasional yang diselenggarakan oleh Student Exchange Abroad (SEA), sebagai wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan ide-ide bisnis inovatif, memperkuat jiwa kewirausahaan, serta membangun kolaborasi global. Dalam kompetisi ini, peserta ditantang untuk menghadirkan gagasan bisnis yang tidak hanya kreatif dan berkelanjutan, tetapi juga memiliki potensi untuk berkembang di pasar internasional.Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNG, Dr. Raflin Hinelo, S.Pd., M.Si., menyampaikan rasa bangga, atas pencapaian mahasiswa yang berhasil menembus kompetisi internasional tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi hasil dari kerja keras, dedikasi, serta semangat mahasiswa dalam mengembangkan kapasitas akademik dan kompetensi global.“Ini merupakan pencapaian yang sangat membanggakan bagi FEB. Kami berharap ketiga mahasiswi dapat menunjukkan kemampuan terbaik mereka, dan mampu mengharumkan nama UNG serta Indonesia di ajang internasional,” ujar Raflin.Apresiasi serupa juga disampaikan Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T. Menurutnya, keberhasilan menembus babak final International Business Competition menjadi bukti nyata, bahwa mahasiswa UNG memiliki kualitas, kapasitas, dan daya saing yang mampu bersanding dengan mahasiswa dari berbagai negara.“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa UNG tidak hanya mampu bersaing di tingkat nasional, tetapi juga memiliki kualitas untuk tampil dan berprestasi di panggung internasional. Ini menjadi bukti bahwa kampus daerah mampu melahirkan talenta-talenta yang siap berkompetisi secara global,” ungkap Eduart.Keikutsertaan ketiga mahasiswi dalam final International Business Competition 2026 sekaligus menjadi bagian dari upaya internasionalisasi, yang terus didorong UNG dalam meningkatkan pengalaman global mahasiswa. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga membuka peluang untuk memperluas jejaring internasional, bertukar gagasan, serta membangun kolaborasi dengan peserta dari berbagai negara.

Akademisi Bimbingan Konseling Bawa Ilmu ke Desa, Perkuat Fondasi Keluarga Sehat di Lobuto Timur
10 Jun 2026
08:39 WITA

Akademisi Bimbingan Konseling Bawa Ilmu ke Desa, Perkuat Fondasi Keluarga Sehat di Lobuto Timur

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Ruang pertemuan Desa Lobuto Timur, Kecamatan Biluhu, Kabupaten Gorontalo tampak hidup pada Jumat (6/6). Warga desa berkumpul bukan untuk rapat biasa — melainkan untuk mengikuti sesi edukasi yang menyentuh isu paling mendasar dalam kehidupan mereka: keluarga.Dosen Jurusan Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo (FIP UNG), Mohamad Awal Lakadjo, M.Pd., hadir langsung ke tengah masyarakat membawa pengetahuan sekaligus semangat pengabdian dalam kegiatan bertema "Penguatan Kesadaran Sosial Masyarakat Desa Lobuto Timur Melalui Layanan Bimbingan dan Konseling."Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen dosen FIP UNG dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi — khususnya pilar pengabdian kepada masyarakat. Universitas bukan hanya tempat belajar di balik tembok kelas, tetapi juga agen perubahan yang hadir langsung di tengah kehidupan nyata masyarakat.Dalam sesi tersebut, Mohamad Awal Lakadjo membawakan materi bertajuk "Hidup Berkeluarga yang Sehat" — sebuah kajian mendalam yang membahas berbagai aspek vital kehidupan keluarga, mulai dari: Pernikahan yang sehat dan bertanggung jawab, Membangun keluarga yang harmonis, Peran dan tanggung jawab setiap anggota keluarga hingga Strategi menghadapi tantangan dalam kehidupan rumah tangga.Bagi Mohamad Awal Lakadjo, keluarga bukan sekadar unit terkecil masyarakat — ia adalah pondasi utama yang menentukan kualitas karakter individu dan kesehatan kehidupan sosial secara keseluruhan."Ketahanan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan masyarakat yang harmonis. Ketika keluarga mampu menjalankan fungsi-fungsinya dengan baik, maka lingkungan sosial yang sehat dan produktif juga akan lebih mudah terwujud," tuturnya.Oleh karena itu, setiap anggota keluarga perlu membangun komunikasi yang sehat, saling menghargai, dan menjalankan tanggung jawab masing-masing dengan penuh kesadaran.Materi yang disampaikan rupanya menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi diskusi — berbagi pengalaman, mengajukan pertanyaan, dan saling bertukar cerita tentang dinamika kehidupan keluarga yang mereka hadapi sehari-hari.Melalui kegiatan ini, Mohamad Awal Lakadjo berharap benih kesadaran yang ditanam hari ini akan tumbuh menjadi perubahan yang berkelanjutan — masyarakat yang semakin memahami pentingnya membangun keluarga harmonis, bertanggung jawab, dan sejahtera sebagai fondasi terciptanya kehidupan sosial yang lebih peduli, kuat, dan berkualitas.Salah seorang warga mengungkapkan bahwa edukasi ini sangat relevan karena memberikan pemahaman praktis tentang cara membangun hubungan keluarga yang harmonis dan bertanggung jawab — sesuatu yang dibutuhkan namun jarang mereka dapatkan sebelumnya.Kegiatan ini bukan kerja sendiri. Program pengabdian ini merupakan bagian dari proyek kolaboratif Mata Kuliah BK di Masyarakat, BK Sosial, dan Kearifan Lokal yang diampu oleh Dr. Ilham Khairi Siregar, S.Pd., M.Pd. dan Mohamad Rizal Pautina, S.Pd., M.Pd.Lebih istimewa lagi, program ini melibatkan langsung mahasiswa BK FIP UNG Angkatan 2023 dan 2025 bersama para remaja Desa Lobuto Timur — menjadikannya sebuah pembelajaran berbasis pengabdian yang nyata, bukan sekadar teori di dalam kelas.

Prodi Manajemen FEB Jalani Asesmen Lapangan LAMEMBA, Bidik Akreditasi Unggul
09 Jun 2026
08:47 WITA

Prodi Manajemen FEB Jalani Asesmen Lapangan LAMEMBA, Bidik Akreditasi Unggul

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Program Studi Sarjana Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menjalani asesmen lapangan akreditasi, yang dilaksanakan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (9-10 Juni)  tersebut menjadi tahapan penting, dalam upaya Program Studi Manajemen meraih predikat akreditasi terbaik.Asesmen lapangan dilakukan oleh dua asesor LAMEMBA, yakni Dr. Muhadjir Anwar, S.E., M.Si., dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur dan Dr. Syaiful Arifin, S.E., M.Si. Kegiatan ini melibatkan pimpinan universitas, fakultas, program studi, dosen, mahasiswa, alumni, serta para mitra yang turut mendukung penyelenggaraan pendidikan di lingkungan FEB UNG.Mewakili tim asesor, Dr. Muhadjir Anwar menjelaskan bahwa asesmen lapangan merupakan bagian penting dalam proses akreditasi, yang bertujuan untuk memverifikasi data dan informasi yang telah disampaikan program studi melalui dokumen evaluasi diri maupun sistem akreditasi.“Verifikasi dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh data yang dilaporkan, sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Melalui asesmen ini, kami melihat secara langsung implementasi berbagai aspek yang menjadi indikator penilaian akreditasi,” jelas Muhadjir.Sementara itu, Dekan FEB UNG, Dr. Raflin Hinelo, M.Si., menegaskan bahwa asesmen lapangan menjadi momentum strategis bagi Program Studi Manajemen, untuk menunjukkan kualitas penyelenggaraan pendidikan yang selama ini terus ditingkatkan.Menurutnya, target meraih akreditasi unggul bukan hanya soal pencapaian administratif semata, melainkan bentuk komitmen fakultas dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat serta dunia kerja.“Akreditasi terbaik menjadi target yang ingin kami wujudkan karena mencerminkan kualitas program studi, sekaligus bentuk pertanggungjawaban institusi dalam memberikan layanan pendidikan yang unggul kepada masyarakat,” ujar Raflin.Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNG yang diwakili Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Muhamad Amir Arham, M.E., menyampaikan bahwa asesmen lapangan merupakan tahapan penting untuk membuktikan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi secara menyeluruh.Ia menjelaskan bahwa penilaian akreditasi tidak hanya berfokus pada proses pembelajaran, tetapi juga mencakup penelitian, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola kelembagaan, sumber daya manusia, sarana prasarana, hingga berbagai aspek pendukung lainnya yang menjadi standar mutu pendidikan tinggi.“Akreditasi bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan instrumen penting untuk mengukur sekaligus meningkatkan kualitas akademik secara berkelanjutan. Akreditasi adalah cerminan komitmen institusi dalam menjaga mutu pembelajaran, tata kelola, dan layanan akademik,” ungkap Amir.Ia berharap seluruh proses asesmen dapat berjalan lancar dan menghasilkan capaian terbaik bagi Program Studi Manajemen. Dengan raihan akreditasi unggul, FEB UNG diyakini akan semakin memperkuat reputasi akademiknya serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan.

DWP UNG Gelar Rapat Kerja, Perkuat Sinergi dan Komitmen Dukung Kampus Unggul
09 Jun 2026
05:32 WITA

DWP UNG Gelar Rapat Kerja, Perkuat Sinergi dan Komitmen Dukung Kampus Unggul

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat perannya, dalam mendukung kemajuan institusi melalui pelaksanaan rapat kerja bersama DWP fakultas dan pegawai di lingkungan UNG, Selasa (9/6). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan visi, memperkuat koordinasi, serta merumuskan program kerja yang lebih terarah dan berkelanjutan.Rapat kerja yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan ini, dihadiri oleh pengurus dan anggota DWP dari berbagai unit kerja di lingkungan UNG. Selain menjadi forum evaluasi dan perencanaan program, kegiatan ini juga menjadi wadah konsolidasi organisasi untuk memperkuat kontribusi Dharma Wanita dalam mendukung pengembangan universitas.Ketua DWP UNG, Dr. dr. Cecy Rahma Karim, Sp.GK, menjelaskan bahwa rapat kerja merupakan agenda strategis, yang bertujuan menyelaraskan program kerja DWP di tingkat universitas, fakultas, dan unit kerja. Melalui forum tersebut, seluruh anggota diharapkan dapat membangun koordinasi yang lebih kuat dalam menjalankan berbagai program organisasi.“Rapat kerja ini menjadi sarana untuk menyusun program yang lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan. Selain itu, kami ingin memperkuat koordinasi antar-DWP di lingkungan UNG sekaligus meningkatkan pemahaman dan pengetahuan anggota, guna mendukung terwujudnya keluarga yang tangguh dan harmonis,” ujar Cecy.Menurutnya, DWP UNG tidak hanya berfokus pada kegiatan internal organisasi, tetapi juga berkomitmen menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi anggota, keluarga, serta masyarakat luas.“Melalui berbagai kegiatan yang dirancang, DWP diharapkan mampu menjadi mitra strategis dalam mendukung pencapaian visi UNG, sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing,” terangnya.Sementara itu, Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., dalam arahannya menekankan pentingnya peran Dharma Wanita, dalam mendukung keberhasilan organisasi dan kinerja para dosen dan pegawai, khususnya para suami yang mengemban tugas di lingkungan universitas.Menurut Eduart, keberadaan Dharma Wanita memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis dan kondusif, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap produktivitas dan kinerja di tempat kerja.“Fungsi utama Dharma Wanita adalah memberikan dukungan di dalam organisasi. Ketika organisasi Dharma Wanita berjalan dengan baik dan sehat, maka kinerja suami juga akan semakin baik. Karena itu, peran organisasi ini sangat penting dalam mendukung keberhasilan institusi,” ungkap Eduart.Ia juga mengajak seluruh anggota DWP untuk terus memperkuat komitmen dan dedikasi dalam menjalankan berbagai kegiatan, khususnya yang berkaitan dengan bidang sosial dan kemasyarakatan. Menurutnya, kontribusi nyata dari Dharma Wanita akan menjadi bagian penting, dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia dan penguatan citra UNG di tengah masyarakat.Melalui rapat kerja ini, DWP UNG diharapkan mampu melahirkan berbagai program inovatif yang tidak hanya memperkuat kapasitas organisasi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan kampus dan masyarakat. (**)

Raih Kesempatan Bebas IPI dan UKT, Tujuh Talenta Terbaik Lolos Seleksi Mandiri Prestasi UNG 2026
09 Jun 2026
04:53 WITA

Raih Kesempatan Bebas IPI dan UKT, Tujuh Talenta Terbaik Lolos Seleksi Mandiri Prestasi UNG 2026

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) resmi mengumumkan hasil Seleksi Mandiri Prestasi Tahun 2026. Dari sejumlah peserta yang mengikuti tahapan seleksi, sebanyak tujuh calon mahasiswa terbaik berhasil dinyatakan lulus dan berhak melanjutkan proses sebagai mahasiswa baru UNG melalui jalur prestasi.Jalur Seleksi Mandiri Prestasi merupakan salah satu skema penerimaan mahasiswa baru yang diperuntukkan bagi calon mahasiswa dengan rekam jejak prestasi unggul di tingkat nasional maupun internasional, serta penghafal Al-Qur’an dengan hafalan hingga 20 juz. Seleksi dilakukan secara ketat melalui penilaian portofolio dan wawancara langsung oleh tim penilai universitas.Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Perencanaan (BAKP) UNG, Darman, S.Kom., M.Ap., menjelaskan bahwa tujuh peserta yang dinyatakan lulus telah melalui seluruh tahapan seleksi dan memenuhi kriteria yang ditetapkan universitas.“Berdasarkan hasil penilaian portofolio dan wawancara yang dilakukan tim seleksi, sebanyak tujuh calon mahasiswa dinyatakan lulus dan berhak melanjutkan ke tahapan registrasi akademik,” ujar Darman.Ia menambahkan, hasil seleksi dapat diakses secara langsung melalui laman resmi Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) UNG di www.spmb.ung.ac.id. Para peserta yang dinyatakan lulus diwajibkan segera melakukan registrasi akademik sesuai jadwal yang telah ditentukan serta melengkapi seluruh persyaratan administrasi yang berlaku.Selain itu, peserta yang telah diterima melalui jalur ini tidak diperkenankan melakukan perpindahan program studi dan wajib mengikuti seluruh ketentuan yang telah ditetapkan universitas.Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, S.Pi., M.Si., mengungkapkan bahwa keberhasilan lolos melalui jalur Seleksi Mandiri Prestasi merupakan pencapaian yang patut disyukuri sekaligus menjadi tanggung jawab besar bagi para calon mahasiswa.Menurutnya, jalur prestasi merupakan bentuk penghargaan universitas kepada generasi muda yang telah menunjukkan dedikasi dan capaian luar biasa di bidang akademik maupun nonakademik.“Kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Mereka yang diterima melalui jalur prestasi telah membuktikan kualitas dan potensi yang dimiliki untuk berkembang lebih jauh di Universitas Negeri Gorontalo,” kata Hafidz.Salah satu keuntungan yang diperoleh mahasiswa yang lolos melalui jalur ini adalah pembebasan biaya Iuran Pengembangan Institusi (IPI) dan Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama memenuhi ketentuan yang berlaku di universitas.Meski demikian, Hafidz mengingatkan bahwa fasilitas tersebut tidak diberikan secara permanen tanpa evaluasi. Universitas akan melakukan peninjauan setiap tahun terhadap capaian dan prestasi mahasiswa penerima program.“Pembebasan UKT akan dievaluasi secara berkala. Mahasiswa penerima diharapkan mampu mempertahankan prestasi yang menjadi dasar penerimaan mereka. Jika tidak lagi memenuhi ketentuan yang berlaku, maka fasilitas pembebasan UKT dapat dicabut,” tegasnya.Melalui jalur Seleksi Mandiri Prestasi, UNG terus menunjukkan komitmennya dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi calon mahasiswa yang memiliki talenta, dedikasi, dan prestasi unggul. Program ini diharapkan dapat melahirkan generasi muda berprestasi yang tidak hanya sukses di bangku kuliah, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah di masa depan.

Peminat Talenta Daerah Afirmasi Meningkat, UNG Lakukan Seleksi 170 Kandidat Beasiswa ADik 2026
08 Jun 2026
09:04 WITA

Peminat Talenta Daerah Afirmasi Meningkat, UNG Lakukan Seleksi 170 Kandidat Beasiswa ADik 2026

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemerataan akses pendidikan tinggi di Indonesia. Melalui partisipasinya dalam Seleksi Beasiswa Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) Tahun 2026, UNG membuka peluang bagi putra-putri terbaik dari berbagai daerah afirmasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi dan meraih masa depan yang lebih cerah.Kegiatan seleksi yang diselenggarakan oleh Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tersebut berlangsung di Hotel Bigland Bogor pada 8–10 Juni 2026. Seleksi diikuti oleh seluruh perguruan tinggi penyelenggara Program ADik dari berbagai wilayah Indonesia, termasuk Universitas Negeri Gorontalo.Pada pelaksanaan seleksi tahun ini, UNG menerima sebanyak 170 kandidat pendaftar yang terdiri dari 81 peserta pada Seleksi Tahap I dan 89 peserta pada Seleksi Tahap II. Seluruh kandidat merupakan calon mahasiswa penerima Program ADik yang berasal dari berbagai daerah afirmasi di Indonesia.Wakil Rektor Bidang Akademik UNG Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, M.Si., menyampaikan bahwa Program ADik merupakan salah satu instrumen strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi putra-putri terbaik dari wilayah terdepan, terluar, tertinggal, serta kelompok masyarakat yang memerlukan dukungan khusus untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.“UNG berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan Program ADik sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemerataan akses pendidikan tinggi yang berkualitas. Melalui proses seleksi yang objektif dan transparan, UNG berharap dapat menjaring calon mahasiswa yang memiliki potensi akademik serta motivasi kuat untuk menyelesaikan studi,” ungkap Hafidz.Keikutsertaan UNG dalam seleksi ADik 2026 diharapkan dapat membuka kesempatan yang lebih luas, bagi calon mahasiswa dari daerah afirmasi untuk mengenyam pendidikan tinggi dan mengembangkan potensi diri di berbagai program studi yang tersedia.Melalui Program Beasiswa ADik, para penerima tidak hanya memperoleh dukungan biaya pendidikan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi akademik, kepemimpinan, dan karakter yang akan menjadi bekal dalam membangun daerah asal mereka di masa depan.“Dengan tingginya minat calon mahasiswa pada Program ADik tahun ini, UNG optimistis dapat berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap mendukung pembangunan nasional dan daerah secara berkelanjutan,” terangnya.Seleksi ADik Tahun 2026 dilaksanakan melalui beberapa putaran yang melibatkan perguruan tinggi penyelenggara. Berdasarkan jadwal kegiatan, proses seleksi berlangsung selama tiga hari yang mencakup pengantar program, seleksi putaran I hingga III, penyusunan berita acara, serta penutupan kegiatan.

FMIPA UNG dan FKIP UMGO Perkuat Kolaborasi Tridharma Perguruan Tinggi
08 Jun 2026
08:01 WITA

FMIPA UNG dan FKIP UMGO Perkuat Kolaborasi Tridharma Perguruan Tinggi

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperluas jejaring kemitraan strategis, guna meningkatkan kualitas pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama, antara FMIPA UNG dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO), Senin (8/6), di Aula FMIPA UNG.Penandatanganan kerja sama dilakukan langsung oleh Dekan FMIPA UNG, Prof. Dr. Fitryane Lihawa, M.Si., dan Dekan FKIP UMGO, Prof. Dr. Abd. Hamid Isa, M.Pd. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antar perguruan tinggi untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.Dekan FMIPA UNG, Prof. Dr. Fitryane Lihawa, menyambut baik terjalinnya kolaborasi tersebut. Menurutnya, kerja sama antar institusi pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam menghadapi berbagai tantangan pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.“Kolaborasi memungkinkan institusi untuk saling berbagi sumber daya, memperluas jejaring, serta memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan teknologi. Dengan sinergi yang baik, berbagai program akademik dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak yang lebih luas,” ujar Fitryane.Ia menegaskan bahwa FMIPA UNG terbuka untuk berbagai bentuk kerja sama yang mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Kolaborasi tersebut mencakup kegiatan pendidikan dan pembelajaran, penelitian bersama, hingga program pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan dosen maupun mahasiswa dari kedua institusi.“Kerja sama ini diharapkan tidak hanya menghasilkan berbagai program kolaboratif yang bermanfaat bagi civitas akademika, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi,” ujarnyaMelalui kemitraan ini, FMIPA UNG dan FKIP UMGO optimistis dapat memperkuat kapasitas kelembagaan, meningkatkan kualitas akademik, serta menghadirkan berbagai program yang berdampak bagi masyarakat. Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi bukti komitmen kedua institusi dalam menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing. (**)

Gelar Apel Kerja, UNG Perkuat Komitmen Disiplin dan Kinerja Tenaga Kependidikan
08 Jun 2026
03:46 WITA

Gelar Apel Kerja, UNG Perkuat Komitmen Disiplin dan Kinerja Tenaga Kependidikan

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Jajaran Tenaga Kependidikan di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melaksanakan apel kerja rutin awal bulan, Senin (8/6), bertempat di halaman Rektorat UNG. Apel kerja tersebut diikuti oleh tenaga kependidikan ASN dan non-ASN pada seluruh unit kerja di lingkungan kampus.Apel pagi ini bukan seremoni biasa. Di hadapan seluruh peserta, Kepala Biro Keuangan, Kerja Sama, dan Umum, Arief Rachman Hakim Abdul, M.Pd., menyampaikan arahan yang sarat makna terkait pilar utama, yang menjadi fondasi kinerja institusi yakni kedisiplinan, peningkatan kinerja, dan penguatan koordinasi antara unit kerja.“Nilai tersebut bukan sekadar slogan. Mereka adalah kunci nyata dalam mendorong UNG menjadi institusi yang semakin kuat dan optimal di setiap lini,” pesan Arief.Dalam arahannya, Arief menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan baik di bidang administrasi, keuangan, kerja sama, maupun umum tidak bisa hanya bergantung pada satu atau dua pihak saja. Dibutuhkan sinergi dan dukungan nyata dari seluruh tenaga kependidikan di setiap unit kerja."Budaya kerja yang efektif, responsif, transparan, dan akuntabel harus terus diperkuat agar berbagai program universitas dapat berjalan optimal," tegasnya.Lebih lanjut, Arief menuturkan bahwa apel rutin ini bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan sebuah momentum strategis sekaligus ruang untuk membangun komunikasi, menyegarkan semangat kerja bersama, dan mempererat koordinasi antar tenaga kependidikan yang memiliki peran vital dalam kelancaran operasional kampus.“Apel bukan hanya kegiatan rutin, tetapi juga menjadi momentum bagi seluruh tenaga kependidikan UNG untuk menyatukan komitmen dalam meningkatkan kinerja dan disiplin, tanggung jawab, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat khususnya mahasiswa,” pungkasnya. (**)

Wujudkan Satu Ekosistem Lestari, Mahasiswa Berkolaborasi dengan PT. Gorontalo Mineral Inisiasi Transplantasi Terumbu Karang
08 Jun 2026
01:03 WITA

Wujudkan Satu Ekosistem Lestari, Mahasiswa Berkolaborasi dengan PT. Gorontalo Mineral Inisiasi Transplantasi Terumbu Karang

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Semangat menjaga bumi diwujudkan secara nyata oleh mahasiswa Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Biologi FMIPA menggelar kegiatan SEL (Satu Ekosistem Lestari) 2026 di kawasan Pantai Botutonuo Lorong 5, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Sabtu (6/6).Mengusung tema “Satu Aksi untuk Lingkungan Hidup, Seribu Dampak untuk Masa Depan”, kegiatan ini menghadirkan kolaborasi antara mahasiswa, dosen, masyarakat, pemerintah daerah, serta PT Gorontalo Minerals sebagai mitra strategis dalam upaya pelestarian lingkungan pesisir dan laut di Gorontalo.Suasana Pantai Botutonuo sejak pagi dipenuhi semangat gotong royong. Para peserta tidak hanya membersihkan kawasan pantai dari sampah, tetapi juga terlibat langsung dalam aksi konservasi bawah laut melalui transplantasi terumbu karang. Kegiatan ini menjadi simbol kepedulian generasi muda terhadap masa depan ekosistem laut yang semakin menghadapi berbagai ancaman lingkungan.Dosen Pembimbing Mahasiswa, Dr. Abubakar Sidik Katili, S.Pd, M.Sc, menjelaskan bahwa SEL 2026 difokuskan pada dua agenda utama, yakni rehabilitasi terumbu karang dan aksi bersih pantai. Menurutnya, kedua kegiatan tersebut memiliki dampak penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.“Melalui transplantasi terumbu karang, kami berupaya membantu pemulihan ekosistem bawah laut dengan menanam fragmen karang pada media yang telah disiapkan. Sementara aksi bersih pantai dilakukan untuk mengurangi akumulasi sampah, terutama sampah plastik yang menjadi ancaman serius bagi kehidupan laut,” jelas Sidik.Ia menambahkan bahwa keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk PT Gorontalo Minerals yang menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat melalui kemitraan bersama perguruan tinggi dan komunitas lokal.Tidak hanya melibatkan mahasiswa, SEL 2026 juga dirangkaikan dengan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat oleh dosen-dosen Jurusan Biologi FMIPA UNG di Desa Botutonuo. Sinergi antara kegiatan kemahasiswaan, pengabdian dosen, serta dukungan sektor industri menjadi wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FMIPA UNG, Dr. Lilan Dama, M.Si., berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran lingkungan yang lebih kuat di kalangan generasi muda sekaligus mempererat jejaring kolaborasi lintas sektor.“Pelestarian lingkungan tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara perguruan tinggi, masyarakat, pemerintah, dan dunia industri agar upaya konservasi dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak yang lebih luas,” ujarnya.Dukungan serupa disampaikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNG, Prof. Dr. Mohamad Amir Arham, M.E., yang mengapresiasi inisiatif mahasiswa FMIPA dalam menginisiasi aksi konservasi lingkungan. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata dan dilakukan secara konsisten.“Lingkungan yang lestari tidak tercipta dalam satu hari. Ia dibangun melalui kepedulian, kolaborasi, dan aksi nyata yang dilakukan secara berkelanjutan. Apa yang dilakukan mahasiswa hari ini merupakan langkah kecil yang memiliki dampak besar bagi masa depan,” ungkap Amir.Melalui SEL 2026, mahasiswa Biologi FMIPA UNG tidak hanya memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia secara seremonial, tetapi juga menghadirkan aksi konkret untuk menjaga kelestarian pesisir Gorontalo. Dari bibit terumbu karang yang ditanam hingga sampah yang berhasil dikumpulkan, setiap langkah menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama demi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

UNG Beri Penghargaan Operator Terbaik, Apresiasi Garda Terdepan Layanan Akademik
08 Jun 2026
00:28 WITA

UNG Beri Penghargaan Operator Terbaik, Apresiasi Garda Terdepan Layanan Akademik

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Di balik kelancaran layanan akademik dan akurasi data perguruan tinggi, terdapat peran penting para operator program studi yang bekerja memastikan seluruh proses administrasi berjalan dengan baik.Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kinerja tersebut, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melalui Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Perencanaan (BAKP) memberikan penghargaan kepada operator terbaik semester ganjil Tahun Akademik 2025/2026.Penghargaan tersebut diberikan kepada Supriadi Masi, S.Si., operator dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) sebagai Operator Terbaik kategori putra. Sementara itu, penghargaan kategori putri diraih oleh Nopita Panani, S.H., operator dari Fakultas Teknik.Kepala BAKP UNG, Darman, S.Kom., M.Ap., menjelaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan institusi terhadap kontribusi besar tenaga kependidikan, khususnya operator program studi, dalam mendukung tata kelola akademik yang berkualitas.“Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap operator yang menunjukkan kualitas layanan akademik dan pengelolaan data yang unggul. Peran operator sangat strategis dalam memastikan tata kelola akademik berjalan secara akurat, tertib, dan berkelanjutan,” ujar Darman.Menurutnya, proses penilaian dilakukan secara objektif berdasarkan sejumlah indikator penting. Aspek yang dinilai meliputi ketepatan dan akurasi pengelolaan data akademik, ketepatan waktu pelaporan ke Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI), penguasaan sistem informasi akademik, kualitas pelayanan kepada sivitas akademika, kontribusi terhadap pengembangan layanan, hingga kedisiplinan dan integritas kerja selama Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026.Sementara itu, Rektor UNG melalui Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, M.Si., menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kinerja yang ditunjukkan para operator program studi. Menurutnya, keberhasilan menjaga kualitas layanan akademik tidak hanya ditentukan oleh dosen dan pimpinan, tetapi juga oleh tenaga kependidikan yang bekerja di balik layar.“Prestasi ini menunjukkan pentingnya peran operator dalam mendukung layanan akademik yang profesional dan berbasis data,” terang Hafidz.Ia berharap penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh tenaga kependidikan untuk terus meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat budaya kerja yang berorientasi pada kepuasan sivitas akademika.