Site Logo

Dosen UNG Wakili Indonesia dalam Rukyatul Hilal Ramadan di Arab Saudi

Siaran Pers
Abdul Wahid Rauf
18 Feb 2026
14:42 WITA
Dosen UNG Wakili Indonesia dalam Rukyatul Hilal Ramadan di Arab Saudi

GORONTALO - Momen penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah di Arab Saudi tahun ini menjadi pengalaman istimewa bagi seorang akademisi asal Indonesia. Andi Muh. Akhyar, dosen Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Gorontalo (UNG), turut ambil bagian dalam kegiatan rukyatul hilal di Observatorium Tumair, Arab Saudi.

Mahkamah Agung Arab Saudi secara resmi mengumumkan awal puasa Ramadan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, setelah adanya laporan keterlihatan hilal pada Selasa malam (17/02/2026). Pengamatan dilakukan di sejumlah lokasi, termasuk Observatorium Tumair yang menjadi salah satu titik rujukan utama penentuan awal bulan Hijriah di Kerajaan Arab Saudi.

Akhyar yang hadir langsung di lokasi pengamatan menjelaskan bahwa kondisi langit di ufuk barat Kota Tumair saat itu sangat mendukung.

“Langit cerah tanpa awan, dengan nilai aerosol hanya 0,08 AOD. Matahari terbenam pukul 17.50 waktu setempat,” ungkapnya.

Ia menuturkan, tiga menit setelah matahari terbenam, Ketua Observatorium Tumair, Mutaib Al-Barghash, menyatakan berhasil melihat hilal. Pernyataan tersebut langsung disambut takbir oleh para peserta yang hadir di lokasi.

“Suasana sangat khidmat dan penuh haru. Ketika hilal dinyatakan terlihat, semua yang hadir spontan mengucapkan Allahuakbar,” ujar Akhyar, yang merupakan putra kelahiran Soppeng, Sulawesi Selatan.

Saat ini, Akhyar tengah menempuh studi doktoral di bidang Astronomi di King Abdulaziz University, Jeddah, Arab Saudi. Partisipasinya dalam rukyatul hilal tersebut menjadikannya satu-satunya perwakilan Indonesia yang terlibat langsung dalam program pengamatan resmi di observatorium Arab Saudi.

Keterlibatan dosen UNG dalam momentum penting dunia Islam ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga membawa nama Indonesia dan Universitas Negeri Gorontalo di kancah internasional. Partisipasi tersebut menunjukkan kontribusi akademisi Indonesia dalam pengembangan ilmu falak dan astronomi modern, sekaligus memperkuat jejaring keilmuan lintas negara.

Bagi UNG, keikutsertaan Andi Muh. Akhyar menjadi bukti bahwa dosen perguruan tinggi daerah pun mampu berkiprah di forum ilmiah dan keagamaan tingkat global. Sebuah langkah kecil di ufuk barat Tumair, namun bermakna besar bagi dunia akademik Indonesia.

Ikuti berita lainnya

Harta Karun Hijau Hungayono, Menguak Rahasia Famili Meliaceae di Jantung Taman Nasional
25 Feb 2026
08:31 WITA

Harta Karun Hijau Hungayono, Menguak Rahasia Famili Meliaceae di Jantung Taman Nasional

Abdul Wahid Rauf

Kawasan Wisata Alam Hungayono di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) tidak hanya menawarkan pesona pemandian air panas dan burung Maleo. Di balik rimbunnya kanopi hutan hujan tropis Gorontalo, tersimpan kekayaan botani yang luar biasa. Untuk pertama kalinya, sebuah penel...

Tas Kecil, Identitas Besar: Saat Gaya Hidup "Membajak" Kebutuhan Akademik Mahasiswa
24 Feb 2026
11:03 WITA

Tas Kecil, Identitas Besar: Saat Gaya Hidup "Membajak" Kebutuhan Akademik Mahasiswa

Abdul Wahid Rauf

Sebuah skripsi mahasiswa Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo menyoroti fenomena yang tampak sederhana, namun sarat makna: penggunaan tas kecil di kalangan mahasiswa. Di balik pilihan aksesori yang ringkas itu, tersimpan perubahan cara pandang tenta...

Menambang Air di Balik Batu, Rahasia Batupasir Teluk Tomini untuk Swasembada Air Nasional
24 Feb 2026
10:16 WITA

Menambang Air di Balik Batu, Rahasia Batupasir Teluk Tomini untuk Swasembada Air Nasional

Abdul Wahid Rauf

Di tengah isu krisis air global, sebuah kabar baik muncul dari kedalaman bumi Teluk Tomini. Selama ini, mata kita mungkin hanya tertuju pada sungai atau danau di permukaan, namun tim peneliti dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) baru saja mengungkap sebuah "gudang" raksasa yan...

Limbah Jadi Berkah, Peneliti UNG Temukan Potensi Terapi Alami dari Kulit Jeruk Nipis
19 Feb 2026
12:43 WITA

Limbah Jadi Berkah, Peneliti UNG Temukan Potensi Terapi Alami dari Kulit Jeruk Nipis

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO - Siapa sangka, kulit jeruk nipis yang selama ini kerap berakhir di tempat sampah ternyata menyimpan potensi besar bagi dunia kesehatan. Penelitian terbaru dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) membuktikan bahwa limbah kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) mengandun...

Lihat Semua Berita

© Copyright 2025, Universitas Negeri Gorontalo