Site Logo

Limbah Jadi Berkah, Peneliti UNG Temukan Potensi Terapi Alami dari Kulit Jeruk Nipis

Penelitian
Abdul Wahid Rauf
19 Feb 2026
12:43 WITA
Limbah Jadi Berkah, Peneliti UNG Temukan Potensi Terapi Alami dari Kulit Jeruk Nipis

GORONTALO – Siapa sangka, kulit jeruk nipis yang selama ini kerap berakhir di tempat sampah ternyata menyimpan potensi besar bagi dunia kesehatan. Penelitian terbaru dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) membuktikan bahwa limbah kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) mengandung beragam senyawa bioaktif yang berpeluang dikembangkan sebagai terapi pendamping alami yang murah dan ramah lingkungan.

Hasil riset tersebut dipublikasikan dalam Jurnal Ilmiah J-HESTECH edisi Desember 2025. Penelitian ini dilakukan oleh tim dosen lintas bidang dari Fakultas Kedokteran dan Fakultas Pertanian UNG, dengan fokus pada analisis kandungan fitokimia kulit jeruk nipis melalui tiga metode ekstraksi, yakni maserasi, perendaman, dan perasan.

Dari ketiga metode yang diuji, metode maserasi terbukti paling efektif dalam mengekstraksi senyawa metabolit sekunder dari kulit jeruk nipis. Ekstrak hasil maserasi mengandung enam senyawa aktif utama, yaitu alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, tanin, dan fenol. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan metode perendaman yang menghasilkan empat senyawa, serta metode perasan yang hanya menghasilkan tiga senyawa.

Analisis lanjutan menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) semakin memperkuat temuan tersebut. Ekstrak maserasi menunjukkan lima bercak senyawa aktif, menandakan kandungan metabolit yang lebih kompleks. Hal ini mengindikasikan bahwa proses maserasi memungkinkan pelarut organik menembus jaringan kulit jeruk secara lebih optimal, sehingga senyawa bioaktif dapat terlarut lebih maksimal.

Secara ilmiah, senyawa-senyawa tersebut memiliki peran penting bagi kesehatan. Flavonoid dan fenol dikenal sebagai antioksidan dan antiinflamasi yang membantu menangkal radikal bebas dan meredakan peradangan. Sementara itu, saponin dan tanin memiliki aktivitas antibakteri dengan mekanisme merusak membran sel bakteri. Sejumlah penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa ekstrak kulit jeruk nipis mampu menghambat pertumbuhan bakteri, memodulasi sistem imun, serta berpotensi mendukung terapi penyakit berbasis infeksi dan inflamasi.

Tak hanya berdampak pada kesehatan, riset ini juga menyoroti aspek keberlanjutan lingkungan. Tingginya konsumsi jeruk nipis di masyarakat menyebabkan volume limbah kulit meningkat setiap harinya. Padahal, jika dikelola dengan pendekatan ilmiah, limbah tersebut memiliki nilai ekonomi dan fungsional yang tinggi. Pemanfaatan kulit jeruk nipis dinilai sejalan dengan pengembangan produk nutraseutikal berbasis bahan lokal yang murah, efisien, dan ramah lingkungan.

Para peneliti berharap temuan ini menjadi pijakan awal untuk pengembangan produk lebih lanjut, baik dalam bentuk suplemen herbal, produk kesehatan, maupun bahan baku farmasi. Ke depan, diperlukan uji toksisitas dan uji klinis guna memastikan keamanan serta efektivitasnya sebelum dapat diaplikasikan secara luas.

Dengan riset ini, jeruk nipis tak lagi sekadar pelengkap masakan atau minuman. Di balik aromanya yang segar, tersimpan potensi senyawa bioaktif yang menjanjikan bagi kesehatan sekaligus membuka peluang inovasi berbasis limbah yang berkelanjutan. (**)

Ikuti berita lainnya

Harta Karun Hijau Hungayono, Menguak Rahasia Famili Meliaceae di Jantung Taman Nasional
25 Feb 2026
08:31 WITA

Harta Karun Hijau Hungayono, Menguak Rahasia Famili Meliaceae di Jantung Taman Nasional

Abdul Wahid Rauf

Kawasan Wisata Alam Hungayono di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) tidak hanya menawarkan pesona pemandian air panas dan burung Maleo. Di balik rimbunnya kanopi hutan hujan tropis Gorontalo, tersimpan kekayaan botani yang luar biasa. Untuk pertama kalinya, sebuah penel...

Tas Kecil, Identitas Besar: Saat Gaya Hidup "Membajak" Kebutuhan Akademik Mahasiswa
24 Feb 2026
11:03 WITA

Tas Kecil, Identitas Besar: Saat Gaya Hidup "Membajak" Kebutuhan Akademik Mahasiswa

Abdul Wahid Rauf

Sebuah skripsi mahasiswa Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo menyoroti fenomena yang tampak sederhana, namun sarat makna: penggunaan tas kecil di kalangan mahasiswa. Di balik pilihan aksesori yang ringkas itu, tersimpan perubahan cara pandang tenta...

Menambang Air di Balik Batu, Rahasia Batupasir Teluk Tomini untuk Swasembada Air Nasional
24 Feb 2026
10:16 WITA

Menambang Air di Balik Batu, Rahasia Batupasir Teluk Tomini untuk Swasembada Air Nasional

Abdul Wahid Rauf

Di tengah isu krisis air global, sebuah kabar baik muncul dari kedalaman bumi Teluk Tomini. Selama ini, mata kita mungkin hanya tertuju pada sungai atau danau di permukaan, namun tim peneliti dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) baru saja mengungkap sebuah "gudang" raksasa yan...

Limbah Jadi Berkah, Peneliti UNG Temukan Potensi Terapi Alami dari Kulit Jeruk Nipis
19 Feb 2026
12:43 WITA

Limbah Jadi Berkah, Peneliti UNG Temukan Potensi Terapi Alami dari Kulit Jeruk Nipis

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO - Siapa sangka, kulit jeruk nipis yang selama ini kerap berakhir di tempat sampah ternyata menyimpan potensi besar bagi dunia kesehatan. Penelitian terbaru dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) membuktikan bahwa limbah kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) mengandun...

Lihat Semua Berita

© Copyright 2025, Universitas Negeri Gorontalo